Perang Dagang AS-China, Ini Emiten Batu Bara Pilihan Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia

PT Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia masih meyakini harga batu bara dan saham di sektor itu akan cenderung mempertahankan posisinya di tengah perang dagang yang terjadi antara China dan Amerika Serikat.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  17:09 WIB
Perang Dagang AS-China, Ini Emiten Batu Bara Pilihan Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com,JAKARTA — PT Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia masih meyakini harga batu bara dan saham di sektor itu akan cenderung mempertahankan posisinya di tengah perang dagang yang terjadi antara China dan Amerika Serikat.

Dalam riset yang dipublikasikan melalui Bloomberg, Janeman Latul, Research Analyst PT Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia dan Marisa Wijayanto, Research Associate PT Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia menuliskan bahwa perubahan struktural yang terjadi selama 12 bulan hingga 24 bulan akan mengubah kondisi pasar komoditas batu bara dari kelebihan pasokan pada 2018 menjadi defisit pada 2020 atau 2021.

Dengan kondisi itu, Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia menjadikan saham produsen batu bara yang mampu menghasilkan arus kas kuat, margin tinggi, beban biaya rendah, serta valuasi yang murah sebagai top picks. 

Salah satu saham yang menjadi top picks yakni PT Adaro Energy Tbk. Emiten bersandi ADRO itu disebut sebagai salah satu eksportir batu bara kalori rendah dan sulfur rendah terbesar di dunia. 

ADRO disukai karena dinilai memiliki arus kas yang kuat dan stabil. Apalagi, perseroan memiliki high dividend yield dan pertumbuhan produksi yang kuat pada 2020.

Oleh karena itu, Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia merekomendasikan beli saham ADRO. Target harga untuk saham perseroan berada pada level Rp2.000.

Selain ADRO, Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia juga menjadikan saham PT Indika Energy sebagai top picks. Hal itu juga sejalan dengan arus kas yang kuat dan arus kas bebas atau free cash flow yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Adapun, saham emiten bersandi INDY itu juga mendapatkan rekomendasi beli dengan target harga Rp2.000.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rekomendasi saham, perang dagang AS vs China

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup