Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa Saham Asia Tergelincir, IHSG Ditutup Melemah

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,32 persen atau 20,26 poin ke level 6.315,44 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  16:16 WIB
Karyawati mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Bank Permata, Jakarta, Rabu (4/4/2018). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Karyawati mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Bank Permata, Jakarta, Rabu (4/4/2018). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (21/6/2019),

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,32 persen atau 20,26 poin ke level 6.315,44 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (20/6), IHSG berakhir turun tipis 0,06 persen atau 3,56 poin di level 6.335,70,  setelah mampu naik tajam dua hari perdagangan sebelumnya.

Sebelum kembali melemah, pergerakan IHSG dibuka di zona hijau dengan naik 0,12 persen atau 7,78 poin di posisi 6.343,48 pagi tadi. Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bergerak fluktuatif di level 6.269,69 – 6.352,53.

Lima dari sembilan sektor menetap di zona merah, didorong oleh sektor aneka industry yang melemah 1,74 persen, disusul sektor properti yang turun 1,23 persen.

Di sisi lain, empat sektor menguat dan menahan penurunan IHSG lebih lanjut, dipimpin oleh sektor tambang yang menguat 1,49 persen.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Sebanyak 165 saham menguat, 246 saham melemah, dan 225 saham stagnan dari 636 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing melemah 1,74 persen dan 1,97 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG hari ini.

Sementara itu, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 28 poin atau 0,2 persen ke level Rp14.155 per dolar AS, setelah bergerak pada kisaran Rp14.095-Rp14.167 per dolar AS.

Sejalan dengan IHSG, bursa saham Asia tergelincir karena ketegangan AS dan Iran dan kecemasan atas pembicaraan China-AS membuat pasar berjuang untuk menyeimbangkan euforia di Wall Street atas kemungkinan penurunan suku bunga AS bulan depan.

Ketakutan akan konfrontasi militer di Teluk Timur Tengah meningkat setelah Iran menembak jatuh sebuah drone militer AS.

New York Times melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah menyetujui serangan militer pada hari Jumat terhadap Iran sebagai pembalasan, namun menahan diri untuk tidak meluncurkan serangan segera.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang kehilangan 0,15 persen. Indeks masih naik hampir 4 persen sepanjang pekan ini, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 8 Mei.

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang melemah masing-masing 0,9 persen dan 0,95 persen, indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,27 persen, sedangkan indeks Hang Seng melemah 0,38 persen.

Di sisi lain, indeks Shanghai Composite berakhir menguat 0,5 persen dan indeks blue-chip CSI 300 berakhir menguat 0,14 persen.

"Tidak ada keraguan bahwa hasil pertemuan FOMC minggu ini adalah positif untuk pasar keuangan termasuk di Asia," kata Kota Hirayama, ekonom pasar nergara berkembang senior di SMBC Nikko Securities, seperti dikutip Reuters.

"Namun, FOMC sendiri tidak akan mampu mempertahankan pasar saham Asia tanpa batas waktu sampai adanya sejumlah solusi untuk perang dagang AS-China di G20, karena wilayah tersebut sangat rentan terhadap konflik," lanjutnya.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup melemah 0,22 persen atau 1,20 poin di level 556,83 hari ini, setelah dibuka dengan penguatan 0,11 persen atau 0,64 poin di level 558,67.

 

Saham-saham penekan IHSG:

KodePenurunan (persen)
UNVR-1,74
ASII-1,97
POLL-24,32
BBCA-0,51

 

Saham-saham pendorong IHSG:
KodeKenaikan (persen)
BYAN+14,60
BBRI+1,16
FREN+2,56
TPIA+1,43

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top