Euforia Penurunan Suku Bunga Dorong Indeks S&P 500 ke Rekor Tertinggi

Bursa saham Amerika Serikat menguat dan indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi pada perdagangan Kamis (20/6/2019), terangkat oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga AS bulan depan untuk mencegah perang dagang AS-China menghambat pertumbuhan ekonomi.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  06:39 WIB
Euforia Penurunan Suku Bunga Dorong Indeks S&P 500 ke Rekor Tertinggi
Trader di lantai bursa New York Stock Exchange (NYSE) di New York, AS pada 3 Mei 2019./ REUTERS - Brendan McDermid

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat menguat dan indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi pada perdagangan Kamis (20/6/2019), terangkat oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga AS bulan depan untuk mencegah perang dagang AS-China menghambat pertumbuhan ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,94 persen ke level 26.753,17 poin, sementara indeks Standard & Poor’s 500 naik 0,95 persen ke level 2.954,18 dan Nasdaq Composite naik 0,8 persen ke 8.051,34.

Seluruh 11 indeks sektoral S&P 500 mencatat kenaikan setelah bank sentral AS, Federal Reserve, mempertahankan suku bunga pada akhir pertemuan kebijakan dua hari pada hari Rabu, namun berjanji untuk melakukan tindakan yang sesuai mempertahankan kesehatan ekonomi.

Indeks utama Wall Street telah menguat dalam beberapa pekan terakhir di tengah ekspektasi penurunan suku bunga dan harapan kebangkitan pembicaraan perdagangan antara AS dan China pada KTT G20 pekan depan di Jepang.

Indeks acuan S&P 500, yang telah naik sekitar 7 persen sejauh ini pada bulan Juni, ditutup di atas rekor tertinggi sebelumnya pada 3 Mei.

"Akan selalu menjadi sulit bagi The Fed untuk memenuhi harapan pasar yang tinggi. Meskipun standar tinggi ditetapkan, pembuat kebijakan tampaknya telah mencapainya dengan mudah sambil juga mendapatai diri mereka sendiri dengan banyak penyimpangan," kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA, seperti dikutip Reuters.

Fed yang lebih dovish dari yang diharapkan menyebabkan yield obligasi Treasury AS jatuh, dengan obligasi tenor 10 tahun turun di bawah 2 persen untuk pertama kalinya dalam lebih dari 2,5 tahun terakhir.

Indeks sektor energi melonjak 2,21 persen, terbesar di antara 11 sektor utama S&P, karena harga minyak melonjak lebih dari 5 persen menyusul karena ketegangan baru di Timur Tengah setelah Iran menembak jatuh drone militer AS.

Saham Apple naik 0,8 persen dan sempat mencapai level US$200 per saham untuk pertama kalinya sejak awal Mei. Produsen iPhone ini dipandang sebagai korban potensial utama dalam perang perdagangan Trump jika memburuk.

Saham Slack Technologies Inc, platform perpesanan tempat kerja yang tumbuh cepat, melonjak hampir 50 persen dalam perdagangan perdana, dengan valuasi saham mencapai lebih dari US$25 miliar.

Sektor teknologi naik 1,43 persen, dipimpin Oracle Corp yang menguat 8,2 persen setelah pembuat perangkat lunak bisnis ini memperkirakan laba kuartal saat ini di atas perkiraan.

Pergerakan bursa saham AS
IndeksLevelPerubahan (persen)

Dow Jones

26.753,17

+0,94

S&P 500

2.954,18

+0,95

Nasdaq

8.051,34

+0,8

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup