Transcoal Pacific (TCPI) Optimistis Kantongi Laba Rp200 Miliar di Semester I/2019

Emiten pelayaran, PT Transcoal Pacific Tbk., optimistis mampu membukukan laba Rp200 miliar pada semester I/2019 sejalan dengan serangkaian strategi yang telah dijalankan oleh perseroan.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 20 Juni 2019  |  07:04 WIB
Transcoal Pacific (TCPI) Optimistis Kantongi Laba Rp200 Miliar di Semester I/2019
Direktur Utama PT Transcoal Pacific Tbk Dirc Richard Talumewo (kanan) di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Luar Biasa (RUPST-LB) di Jakarta, Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Emiten pelayaran, PT Transcoal Pacific Tbk., optimistis mampu membukukan laba Rp200 miliar pada semester I/2019 sejalan dengan serangkaian strategi yang telah dijalankan oleh perseroan.

Direktur Utama Transcoal Pacific Dirc Richard Talumewo menjelaskan bahwa memang secara pertumbuhan volume kargo atau pengangkutan cenderung menurun pada awal tahun. Hal itu sejalan dengan siklus dari bisnis perusahaan tambang.

Para produsen tambang, lanjut dia, akan menggenjot pemenuhan kewajiban pemenuhan pasokan dalam negeri atau domestic market obligation pada kuartal III hingga kuartal IV. Selain itu, menurutnya penambang juga mempertimbangkan kondisi cuaca dan pasar.

Kendati demikian, Richard mengatakan perseroan telah mengantisipasi kondisi penurunan jumlah volume pengangkutan pada awal tahun. Pihaknya meyakini kinerja keuangan tetap terjaga berkat sejumlah faktor.

Salah satu faktor yang bakal menopang kinerja keuangan perseroan yakni jumlah armada yang telah bertambah. Selain itu, penggunaan kapal pihak ketiga menurutnya telah menurun.

“Walaupun kargo sedikit menurun, tetap bisa menjaga laba yang cukup bagus sehingga pada semester I/2019 laba bisa mencapai paling tidak Rp200 miliar,” ujarnya di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Pada kuartal I/2019, Transcoal Pacific melaporkan pendapatan Rp601,99 miliar atau tumbuh 12,86% secara tahunan. Dari situ, laba bersih yang dibukukan senilai Rp73,45 miliar atau naik 18,71% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dia menambahkan pihaknya juga masih optimistis membukukan pertumbuhan volume pengangkutan 25% tahun ini. Pihaknya memproyeksikan terjadi pertumbuhan volume pengangkutan dari 41,53 juta ton menjadi 51 juta ton pada 2019.

Pada 2019, Richard menyebut perseroan menganggarkan belanja modal sekitar Rp750 miliar. Dana itu rencananya akan digunakan untuk membeli 2 mother vessel, 1 floating crane, 2 pusher tug, dan 1 set tug and barge tahun ini.

Sejauh ini, pihaknya mengungkapkan telah merealisasikan pembelian satu mother vessel. Dana yang digelontorkan sekitar Rp180 miliar atau 25% dari target belanja modal tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelayaran, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup