Pefindo Sematkan Rating AA- untuk MTN Kimia Farma

Direktur Keuangan Kimia Farma IG Ngurah Suharta mengatakan, perseroan saat ini dalam masa penawaran penerbitan MTN dengan total nilai Rp1,5 triliun.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 19 Juni 2019  |  19:42 WIB
Pefindo Sematkan Rating AA- untuk MTN Kimia Farma
Karyawan Kimia Farma di gudang obat. - Kimia Farma

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idAA- terhadap rencana penerbitan MTN tahun 2019 senilai Rp900 miliar. Peringkat yang sama juga diberikan terhadap rencana penerbitan MTN Syariah Mudharabah tahun 2019 senilai Rp600 miliar.

Dikutip dari siaran pers Pefindo, dana dari penerbitan MTN akan digunakan untuk membiayai ekspansi bisnis dan kebutuhan modal kerja perseroan. Prospek untuk peringkat perusahaan adalah stabil.

“Obligor dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan, dan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang relatif dibandingkan terhadap obligor Indonesia lainnya,” katanya, Rabu (19/6/2019).

Dihubungi terpisah, Direktur Keuangan Kimia Farma IG Ngurah Suharta mengatakan, perseroan saat ini dalam masa penawaran penerbitan MTN dengan total nilai Rp1,5 triliun. MTN itu ditawarkan dengan tenor 3 tahun dan kupon pada level 8,5 persen-9 persen per tahun. Perseroan telah menunjuk menunjuk Mandiri Sekuritas dan BNI Sekuritas sebagai penjamin emisi.

Dia menjelaskan, hasil penerbitan MTN akan digunakan untuk refinancing utang jangka pendek. Berdasarkan laporakan keuangan per 31 Maret 2019, jumlah liabilitas jangka pendek KAEF sebesar Rp6,47 triliun. Sebesar Rp4,96 triliun di antaranya merupakan utang bank.

Refinancing untuk utang jangka pendek yang di bawah 1 tahun menjadi 3 tahun sehingga dapat memperbaiki rasio keuangan,” katanya.

Sebagai informasi, pada akhir Maret lalu, perseroan mengakuisisi PT Phapros Tbk. dengan nilai Rp1,361 triliun. Pendanaan untuk akuisisi PEHA sebesar 70 persen berasal dari pinjaman bank yakni Bank Mandiri, BNI, dan BRI dengan bunga di bawah 8 persen dan tenor 1 tahun. Adapun, 30 persen pendanaan lainnya berasal dari kas internal.

Perseroan optimistis peminat MTN bakal oversubscribe, karena melihat tidak banyak pilihan portofolio investasi di sektor farmasi. Emiten dengan kode saham KAEF ini berharap penerbitan MTN dapat selesai akhir Juni 2019.

“Kami optimis ada pembeli. Karena beberapa investor ingin punya potrofolio di farmasi,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top