Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Surya Fajar Capital (SFAN) Rambah Bisnis Penjamin Emisi

Emiten konsultasi keuangan PT Surya Fajar Capital Tbk. akan menggunakan sebagian besar dana yang dihimpun lewat penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) untuk belanja modal dalam rangka pengembangan bisnis entitas anak, salah satunya untuk ekspansi ke bisnis penjaminan emisi efek.
Pengunjung berjalan di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019)./Bisnis-Triawanda Tirta Aditya
Pengunjung berjalan di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019)./Bisnis-Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten konsultasi keuangan PT Surya Fajar Capital Tbk. akan menggunakan sebagian besar dana yang dihimpun lewat penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) untuk belanja modal dalam rangka pengembangan bisnis entitas anak, salah satunya untuk ekspansi ke bisnis penjaminan emisi efek.

Presiden Direktur SF Capital Hary Herdiyanto mengungkapkan, sekitar 58% dari dana yang diperoleh lewat IPO akan digunakan untuk memperkuat permodalan entitas anak yaitu PT Surya Fajar Sekuritas dan PT Bursa Akselerasi Indonesia (indofund.id).

“Dana IPO sebagian besar, sekitar Rp23 miliar—Rp24 miliar, akan kami alokasikan untuk anak usaha—bisnis sekuritas dan P2P lending—untuk pengembangan usaha dan modal kerja mereka,” katanya di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Hary menambahkan, anak usaha perseroan yang bergerak di bisnis sekuritas, yaitu PT Surya Fajar Sekuritas, akan melanjutkan ekspansi ke bisnis penjaminan emisi efek pada tahun ini.

Saat ini, SF Sekuritas telah mendapatkan izin menjadi perantara perdagangan efek (transaksi broker) dan perantara transaksi margin, serta masih dalam proses untuk mendapatkan ijin penjaminan emisi (underwriting) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Diharapkan, kata Hary, penambahan modal di entitas anak dapat meningkatkan kontribusinya kepada induk usaha. Pasalnya, sejauh ini entitas anak yang terbilang masih baru—kedua entitas anak SF Capital baru berdiri pada 2018—masih belum banyak menyumbang terhadap pendapatan perseroan.

Selanjutnya, sisa dana IPO yang sebesar 42% lagi akan digunakan emiten bersandi saham SFAN tersebut untuk pengembangan usaha induk, yaitu untuk investasi dan bisnis konsultasi keuangan. 

Selain itu, dengan perkembangan teknologi informasi dan digital, perseroan juga akan menggunakan dana hasil IPO untuk investasi di bidang teknologi dan sistem informasi untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan para user.

Hary mengakui, sulit untuk menetapkan target pendapatan dan laba SFAN hingga akhir tahun karena bisnis investasi perseroan mengikuti perkembangan harga saham di pasar. Adapun SFAN banyak memberikan investasi ke perusahaan privat maupun publik di sektor properti, keuangan, dan yang memberikan potensi upside cukup besar.

“Untuk pertumbuhan agak sulit untuk kami paparkan secara detail karena sebagian besar pendapatan dari hasil investasi. Investasi itu kan belum dapat dipastikan nanti akhir tahun berapa,” imbuhnya.

Adapun salah satu perusahaan yang diberikan investasi oleh SFAN adalah Pigijo (www.pigijo.com), yaitu platform digital yang diciptakan untuk membantu pelancong merencanakan dan mendapatkan pengalaman yang maksimal selama liburan (travelling).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Editor : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper