Sentimen Serangan Tanker, Minyak Mendapat Rekomendasi Beli

Harga minyak diperkirakan masih memanas pada perdagangan hari ini seiring dengan sentimen investor yang masih memerhatikan serangan kapal tanker di Teluk Oman.
Sentimen Serangan Tanker, Minyak Mendapat Rekomendasi Beli Hafiyyan | 14 Juni 2019 07:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Harga minyak diperkirakan masih memanas pada perdagangan hari ini seiring dengan sentimen investor yang masih memerhatikan serangan kapal tanker di Teluk Oman.

Pada perdagangan Jumat (14/6/2019) pukul 7:20 WIB, harga minyak WTI kontrak Juli 2019 turun 0,41 poin atau 0,78% menjadi US$51,87 per barel. Adapun, minyak Brent turun 0,26 poin atau 0,42% menuju US$61,05 per barel.

Tim analis Valbury Asia Futures dalam publikasi risetnya menyebutkan, serangan terhadap dua kapal tanker minyak tersebut memicu kekhawatiran terganggunya rute utama pengiriman minyak di dunia. Pemilik kapal tanker DHT Holdings dan Heidmar pun menangguhkan pemesanan baru ke wilayah Teluk Timur Tengah.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menarik diri dari pakta nuklir internasional 2015 dengan Iran. Situasi ini membuat hubungan kedua negara tegang. AS menuduh Iran berada di balik serangan terhadap 2 kapal tanker.

Serangkan terhadap kapal tanker membuat harga minyak kemarin meningkat 2,2%. Harga juga didorong kemungkinan OPEC melanjutkan pemangkasan produksi pada semester II/2019.

Namun demikian, dari sisi permintaan belum menggembirakan. OPEC memprediksi pertumbuhan permintaan minyak pada 2019 sejumlah 70.000 barel per hari (bph), turun dari estimasi sebelumnya 1,14 juta bph.

“Permintaan minyak global masih suram,” papar Valbury.

Valbury merekomendasikan investor melakukan aksi beli WTI di harga US$51,70, dan stop loss di US$50,70. Target harga adalah US$53,70—54,20 per barel.

Level support : 50,93; 49,67; 48,41
Level resistant : 53,45; 54,71; 55,97

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top