Pasar Obligasi Berpeluang Koreksi, Investor Wait and See

Pasar obligasi berpotensi mengalami  koreksi pada hari ini, Jumat (14/6/2019) setelah mengalami penguatan terbatas kemarin dan tidak memiliki ruang untuk mengalami penguatan kembali. 
Pasar Obligasi Berpeluang Koreksi, Investor Wait and See Anitana Widya Puspa | 14 Juni 2019 08:25 WIB
Pasar Obligasi Berpeluang Koreksi, Investor Wait and See
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA-- Pasar obligasi berpotensi mengalami  koreksi pada hari ini, Jumat (14/6/2019) setelah mengalami penguatan terbatas kemarin dan tidak memiliki ruang untuk mengalami penguatan kembali. 

Direktur riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, kendati ada isu The Fed dan kenaikkan rating dari S&P, ketidakpastian masih membuat para pelaku pasar dan investor masih hati hati serta berkalkulasi.

"Kami merekomendasikan wait and see dengan potensi koreksi. Akan menjadi rekomendasi buy dan harga obligasi akan mengalami kenaikan apabila titik resistensi ditembus," katanya Jumat (14/6/2019).

Adapun sentimen global pada hari ini berasal dari aksi unjuk rasa di Hong Kong. Pengunjuk rasa terus mengupayakan untuk membatalkan usulan hukum terkait dengan masyarakat yang berstatus tersangka kriminal dapat diekstradisi ke China. 

Akibat unjuk rasa ini, Markas besar Pemerintahan Hong Kong akan ditutup untuk sementara pada hari Kamis dan Jumat. 

Gerakan demonstrasi ini merupakan yang terbesar sejak gerakan Umbrella pada 2014 lalu. 

Pada perkembangan lain, Presiden Amerika Setikat (AS) Donald Trump kembali meningkatkan kecamannya terhadap Jerman.

Trump mengancam akan memberikan sanksi atas dukungan Angela Merkel atas proses berkelanjutan pembuatan pipa gas dari Rusia.

Tak hanya kepada Jerman, Trump juga kembali memperingatkan China tidak memiliki tenggat waktu kembali ke pembicaraan perdagangan. Hal ini menjadikan tensi antara kedua negara semakin memuncak. 

"Kami melihat bahwa hal ini hanya akan
menambah ketidakpastian bagi kedua negara, khususnya China yang di mana nilai impornya mengalami penurunan kemarin," jelasnya Jumat (14/6/2019).

Namun di sisi lain, Maximilianus melihat tekanan yang diberikan oleh Amerika Serikat kepada China justru merupakan hal yang positif.

Salah satunya adalah mendorong China untuk mengurangi ketergantungannya terhadap teknologi AS. Terbaru, Huawei sudah mendaftarkan Operating System Hongmeng di badan Hak Kekayaan Intelektual di China. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top