Mei 2019, Produksi CPO Malaysia Menanjak

Malaysian Palm Oil Board (MPOB) produksi CPO di Malaysia pada Mei 2019 mencapai 1,67 juta ton, atau lebih tinggi dari April 2019 sebanyak 1,64 juta ton.
Novita Sari Simamora | 12 Juni 2019 18:02 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Malaysian Palm Oil Board (MPOB) produksi CPO di Malaysia pada Mei 2019 mencapai 1,67 juta ton, atau lebih tinggi dari April 2019 sebanyak 1,64 juta ton.

Sepanjang Januari-Mei 2019, total produksi CPO Malaysia mencapai 8,25 juta. Sementara itu,  produksi CPO Malaysia pada periode yang sama tahun lalu mencapai 7,56 juta. Kenaikan produksi ini di luar ekspektasi kalangan analis.

Sementara itu, ekspor CPO Malaysia pada Mei 2019 mencapai 301.619, atau naik 3.035 ton dari bulan sebelumnya. Kenaikan produksi CPO Malaysia menjadi sentimen negatif bagi harga CPO, di tengah masih lemahnya harga CPO.

Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo Gunawan menuliskan dalam riset, produksi CPO Malaysia bakal mengalami penurunan pada semester I, karena El-Nino. Andy pun kurang optimis bahwa ekspor Malaysia pada Mei 2019 akan melebihi bulan sebelumnya.

Dalam Bursa Malaysia, harga CPO untuk kontrak Agustus 2019 pada Rabu (12/6/2019), pukul 17.24 WIB melemah 36 poin menuju level 1.971 ringgit per ton. Sementara itu, harga CPO untuk kontrak September berada di level 1.980 ringgit per ton.

Faktor penaikan produksi menjadi sentimen negatif bagi CPO di tengah tingginya persediaan. Di sisi lain, sentimen negtif juga datang dari perang dagang AS dan China.

"Perang dagang antara AS dan China  semakin memburuk dan dampaknya muncul suatu ketidakpastian di semua industri secara global sehingga harga global CPO masih terus tertekan," ungkap sumber Bisnis.com, Rabu (12/6/2019). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
malaysia, ekspor cpo, harga cpo

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top