IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Analis: Koreksi Wajar

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG terpantau melemah 0,33persen atau 20,73 poin ke level 6.268,88 pada pukul 09.20 WIB, setelah dibuka dengan pelemahan 0,04 persen atau 2,81 poin di level 6.286,80.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 Juni 2019  |  09:59 WIB
IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Analis: Koreksi Wajar
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/2/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada awal perdagangan har ini, Selasa (11/6/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG terpantau melemah 0,33persen atau 20,73 poin ke level 6.268,88 pada pukul 09.20 WIB, setelah dibuka dengan pelemahan 0,04 persen atau 2,81 poin di level 6.286,80.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.263,69 – 6.299,52. Adapun pada perdagangan kemarin, Senin (10/6), IHSG ditutup menguat 1,30 persen atau 80,49 poin di level 6.289,61.

Dari 633 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, 112 saham di antaranya menguat, sedangkan 108 saham melemah, dan 413 saham lainnya stagnan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing melemah 1,18 persen dan 1,95 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG.

Seluruh sembilan sektor bergerak di zona merah pagi ini, didorong sektor aneka industri yang melemah 1,6 persen, disusul sektor konsumer yang turun 0,47 persen.

Menurut analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi, pergerakan IHSG secara teknikal melompat mencapai target MA50 dengan membentuk pola candlestick ‘Shooting Star’ yang diawali short term uptrend.

“Kondisi IHSG secara teknikal cukup mengkhawatirkan dengan signal koreksi wajar dalam jangka waktu dekat,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (11/6/2019).

Ia menjelaskan bahwa indikator Stochastic dan RSI pun mulai terlihat mahal pada area jenuh beli.

Dengan begitu, Nafi menyarankan untuk mulai melakukan aksi ambil untung jual di harga terbaik dengan potensi IHSG terkoreksi wajar kembali menutup gap yang terbentuk dengan support-resistance 6.200-6.304.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top