Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja 2018 Tak Memuaskan, Energi Mega Persada (ENRG) Bidik Kenaikan Laba Semester I/2019

PT Energi Mega Persada Tbk. optimistis membukukan pertumbuhan kinerja 2019 meski terjadi penurunan penjualan dan laba operasional pada 2018.
Salah satu lokasi aktivitas bisnis PT Energi Mega Persada Tbk/Energi-mp.com
Salah satu lokasi aktivitas bisnis PT Energi Mega Persada Tbk/Energi-mp.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Energi Mega Persada Tbk. optimistis membukukan pertumbuhan kinerja 2019 meski terjadi penurunan penjualan dan laba operasional pada 2018.

Dalam siaran pers, Senin (10/6/2019), Energi Mega Persada melaporkan penjualan US$273,46 juta per akhir Desember 2018. Realisasi itu lebih rendah dari US$316,97 juta pada akhir 2017.

Laba operasional yang dibukukan perseroan juga turun secara tahunan pada 2018. Jumlah yang yang dikantongi turun dari US$120,50 juta pada 2017 menjadi US$65,28 juta pada akhir tahun lalu.

Manajemen emiten berkode saham ENRG itu menuliskan penjualan dan laba operasi yang lebih rendah pada 2018 disebabkan oleh penurunan produksi gas di blok Bentu PSS dan blok Kangean PSC. 

Kendati demikian, perseroan berharap meningkatkan produksi dari kedua blok itu pada semester I/2019. ENRG telah memulai produksi gas dari Sirasun dan Batur bidang dalam Blok Kangean PSC. Setelah beroperasi penuh, ladang-ladang tersebut diperkirakan menyumbang hingga 100 juta kaki kubik gas per hari.

Selain itu, ENRG juga telah memulai produksi gas dari fasilitas Segat Gas Plant II. Setiap fasilitas Segat Gas Plant I (SGP I) dan fasilitas SGP II memiliki kapasitas produksi 60 kita kaki kubik per hari.

Setelah beroperasi penuh, perseroan menyebut produksi dari dua fasilitas itu sekitar 85 juta kaki kubik gas hingga 100 juta kaki kubik gas per hari.

Sebelumnya, Syailendra S. Bakrie, CEO dan Direktur Energi Mega Persada menjelaskan bahwa fasilitas SGP II dan SDS merupakan pengembangan lanjutan dari Blok Bentu. Sebelumnya, sejak 2011, Blok Bentu KKS telah memproduksi gas menggunakan SGP I yang juga terletak di Kabupaten Pelalawan.

Gas yang dihasilkan SGP I, lanjut dia, dibeli oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk pembangkit listrik di Pekanbaru, Riau. Pada kuartal I/2019, SGP I telah memproduksi 45 juta kaki kubik gas per hari dari total kapasitas 60 kaki kubik gas per hari.

“Saat ini fasilitas SGP II memproduksi tambahan 10 juta kaki kubik gas per hari [dari total kapasitas 60 juta kaki kubik gas per hari] sesuai dengan perjanjian jual beli yang ada,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper