China Bakal Kuasai Permintaan Gas Dunia Pada 2024

Permintaan gas global diperkirakan akan tumbuh pada tingkat 1,6% setahun hingga 2024, didorong oleh konsumsi China yang akan mencakup lebih dari sepertiga dari pertumbuhan permintaan selama periode tersebut.
China Bakal Kuasai Permintaan Gas Dunia Pada 2024 Dika Irawan | 08 Juni 2019 20:01 WIB
China Bakal Kuasai Permintaan Gas Dunia Pada 2024
Ilustrasi negara China - Google Image

Bisnis.com, JAKARTA – Permintaan gas global diperkirakan akan tumbuh pada tingkat 1,6% setahun hingga 2024, didorong oleh konsumsi China yang akan mencakup lebih dari sepertiga dari pertumbuhan permintaan selama periode tersebut.

Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) melaporkan hal tersebut, Jumat (7/6/2019) seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (8/6/2019).

Dorongan China beralih dari batu bara ke gas untuk pembangkit listrik dan penggunaan untuk rumah tangga guna meningkatkan kualitas udara, akan memainkan perananan penting dalam hal ini.

Direktur IEA untuk Pasar Energi dan Keamanan Keisuke Sadamori mengatakan, pertumbuhan permintaan gas China terlihat pada tingkat rata-rata 8%, turun dari tingkat pertumbuhan dua digit dalam beberapa tahun terakhir, karena pertumbuhan ekonominya melambat. Namun, masih akan mencapai sekitar 40% dari peningkatan permintaan global pada tahun-tahun mendatang.

Wilayah Asia-Pasifik akan tetap menjadi sumber pertumbuhan konsumsi gas terbesar dalam jangka menengah, dengan tingkat rata-rata 4% per tahun. Selanjutnya akan mencapai sekitar 60% dari total konsumsi yang meningkat hingga 2024.

Dalam laporannya, IEA mencatat permintaan gas domestik di AS, Timur Tengah, dan Afrika Utara, akan berkontribusi pada pertumbuhan permintaan tersebut.

Sektor industri diperkirakan masih menjadi sumber pertumbuhan yang kuat, menyumbang hampir setengah dari peningkatan global. Hal ini menggantikan pembangkit lisrik sebagai pendorong pertumbuhan utama.

Pada tahun lalu, permintaan gas global mengalami pertumbuhan terkuat sejak 2010 pada tingkat perkiraan 4,6%, didorong oleh Amerika Serikat dan China. Keduanya menyumbang 70% dari total pertumbuhan permintaan gas dunia.

“Permintaan pertumbuhan gas di AS adalah yang terbesar, meningkat sebesar 80 miliar meter kubik (bcm) atau lebih dari 10%. Peralihan dari batu bara ke gas terutama dalam pembangkit listrik AS atau sektor perumahan dan industri untuk China berkontribusi atas hampir setengah dari kenaikan tersebut,” kata Sadamori.

Di samping itu, sambungnya, cuaca juga memiliki dampak besar pada permintaan gas AS pada 2018, dengan musim dingin yang lebih dingin dari rata-rata dan musim panas yang lebih panas dari rata-rata. “Hal tersebut mendorong permintaan dalam pembangunan dan pembangkit listrik,” katanya.

Sementara itu, Amerika Serikat diperkirakan akan terus memimpin pertumbuhan pasokan gas, dengan output tahunan terlihat melebihi 1 triliun meter kubik (tcm) pada 2024.

Di pasar gas alam cair (LNG), perdagangan diperkirakan akan mencapai 546 bcm pada 2024 dari 432 bcm pada 2018. China akan menjadi importir LNG terbesar pada 2024 pada 109 bcm, melewati Jepang.

Laporan IEA juga mencatat, Amerika Serikat diperkirakan akan melampaui Qatar dan Australia untuk menjadi eksportir LNG terbesar di dunia, pada 2024.

Di Eropa, kesenjangan pasokan akan melebar hingga mencapai 336 bcm pada 2024, meningkat hampir 50 bcm per tahun karena produksi dalam negeri terus merosot dengan penghapusan bertahap dari ladang Groningen di Belanda, dan penipisan di Laut Utara.

Selain itu. IEA menemukan, penggunaan LNG untuk transportasi laut masih merupakan pasar khusus yang terkonsentrasi di Eropa, dengan sekitar 155 kapal berbahan bakar LNG beroperasi pada awal 2019, tetapi armada kapal bertenaga LNG tumbuh cepat, dan akan berlipat ganda pada 2024.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gas, batu bara

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top