Ringgit Menguat, Harga Minyak Sawit Malaysia Melemah

Harga minyak sawit kontrak pengiriman Agustus 2019 di Bursa Derivatif Malaysia ditutup 1,4 persen lebih rendah, di level 2.027 ringgit per ton, pada Jumat (7/6/2019).
Ringgit Menguat, Harga Minyak Sawit Malaysia Melemah Dika Irawan | 08 Juni 2019 17:27 WIB
Ringgit Menguat, Harga Minyak Sawit Malaysia Melemah
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk. - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak sawit untuk kontrak berjangka di Malaysia turun ke level terendah dalam 2 pekan terakhir pada Jumat (7/6/2019), terpukul oleh menguatnya ringgit dan pembicaraan pasar tentang ekspor yang lebih rendah.

Mengutip Bloomberg, Sabtu (8/6), harga minyak sawit kontrak pengiriman Agustus 2019 di Bursa Derivatif Malaysia ditutup 1,4 persen lebih rendah, di level 2.027 ringgit per ton. Selama sepekan, harga komoditas unggulan Malaysia dan Indonesia ini telah melemah 2 persen.

“Pasar dibuka lebih tinggi mengikuti reli minyak mentah, tetapi kekuatan ringgit telah mengurangi sentimen tersebut,” kata seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur.

Dia menambahkan, pelemahan juga disebabkan rumor ekspor Crude Palm Oil (CPO) yang lebih rendah.

Penguatan ringgit sebesar 0,4 persen terhadap dolar AS membuat minyak kelapa sawit kurang menarik bagi trader yang memegang mata uang asing.

Sebuah survei minyak sawit oleh Reuters terhadap delapan responden menunjukkan bahwa stok akhir Malaysia pada Mei 2019 diperkirakan turun 9,7 persen menjadi 2,46 juta ton.

Sementara itu, harga minyak nabati lainnya yaitu kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 0,4 persen. Untuk diketahui, harga minyak sawit dipengaruhi oleh pergerakan minyak kedelai, yang bersaing untuk pangsa pasar global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
malaysia, harga cpo

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top