Produksi Indonesia Naik, Harga CPO Bakal Tergerus

Harga CPO bakalan melemah seiring dengan meningkatnya produksi dari Indonesia.
Produksi Indonesia Naik, Harga CPO Bakal Tergerus Novita Sari Simamora | 06 Juni 2019 16:21 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Stok CPO dunia diproyeksikan bakal mencapai level terendah dalam 10 bulan terakhir.

Mengutip Bloomberg, Institutional Sales Manager at Philip Futures Sdn. di Kuala Lumpur Marcello Cultrera mengungkapkan, saat persediaan dunia berkurang, akan tetapi Indonesia akan segera memasuki periode panen tahunan dan Indonesia berada di siklus tertinggi sejak April 2019.

Harga CPO bakalan melemah seiring dengan meningkatnya produksi dari Indonesia.

Saat ini, pasar juga tengah memantau level impor Malaysia pada Mei 2019. Harga kelapa sawit di Malaysia lebih mahal US$30 per ton daripada di Indonesia.

"Harganya minyak sawit mentah diperkirakan menghadapi tren penurunan tajam dalam waktu dekat, sejalan dengan momentum di perdagangan pasar Dalian dan Singapura," seperti dikutip dari Bloomberg.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatatkan, produksi CPO mencapai 4,31 juta atau naik 11% dari posisi 3,88 juta.

Sementara itu, pada Maret 2019, kinerja ekpor minyak sawit Indonesia secara keseluruhan (biodiesel, oleochemical, CPO dan produk turunannya) membukukan peningkatan 3% dibandingkan bulan sebelumnya dari 2,88 juta ton meningkat menjadi 2,96 juta.

Gapki mencatatkan, ekspor khusus CPO pada Maret 2019 dan produk turunannya hanya meningkat sangat tipis, yaitu 2,77 juta ton di Februari sedikit terkerek menjadi 2,78 juta ton pada Maret 2019.

Saat produksi CPO Indonesia mencatatkan peningkatakan, Malaysia malah mengalami penurunan.

Mengutip laman MPOB, produksi CPO pada April 2019 mencapai 1,64 juta ton, atau turun dari 1,67 juta ton dari bulan sebelumnya. Namun, bila dibandingkan dengan Februari 2019, produksi CPO pada Januari dan Februari 2019 masing-masing sempat mencapai 1,73 juta ton dan 1,54 juta ton.

Bursa Malaysia mencatatkan harga CPO, naik 27 poin, menuju level 2.055 ringgit per ton untuk kontrak Agustus 2019.

Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan konsensus, inventori CPO Indonesia April 2019 mungkin meningkat bulan sebelumnya, mengingat peningkatan output oleh Indonesia sebagai petani terbesar di dunia, sebagaimana dihitung dari median perkiraan oleh 9 analis, angka tersebut diprediksi datang pada 2,49 juta ton, naik 2,4% month to month.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga cpo

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top