Bursa Asia Reli karena Sinyal The Fed

Saham-saham di Asia tampaknya akan naik setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan keterbukaan untuk penurunan suku bunga dan pernyataan pejabat Meksiko untuk menghindari tarif administrasi dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 05 Juni 2019  |  08:23 WIB
Bursa Asia Reli karena Sinyal The Fed
Gubernur The Fed Jerome Powell - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham di Asia tampaknya akan naik setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan keterbukaan untuk penurunan suku bunga dan pernyataan pejabat Meksiko untuk menghindari tarif administrasi dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Seperti dikutip Bloomberg pada Rabu (5/6/2019), ke depannya mengindikasikan gain di Jepang, Hong Kong dan Australia. Indeks S&P 500 naik lebih dari 2 persen dan imbal hasil Treasury naik dari posisi terendah multiyears karena Powell mengatakan bank sentral sedang memantau dampak perang perdagangan dan akan bertindak sesuai untuk mempertahankan ekspansi AS.

Selain itu saham produsen mobil dan produsen chip juga rally ketika presiden Meksiko, Andrés Manuel López Obradorberharap untuk mencapai kesepakatan dengan AS sebelum tenggat waktu minggu depan. Hal itu juga membuat peso menguat.

Pasar obligasi juga sudah mengalkulasikan pemotongan suku bunga tahun ini. Presiden Blackstone Jonathan Gray mengungkapkan bahwa perselisihan perdagangan AS dan China yang berlanjut akan menyebabkan pertumbuhan lebih lambat dan lebih banyak ketidakpastian,.

Pada perkembangan lain, keuntungan di sektor otomotif dan bank mendorong saham Eropa lebih tinggi. Harga minyak mengalami rebound karena tanda-tanda pengetatan pasokan dari OPEC + untuk sementara dibayangi kekhawatiran atas permintaan global. Bitcoin turun sebanyak 12 persen.

Sementara itu bursa saham di India, Singapura, Indonesia, Malaysia dan Filipina tutup pada hari Rabu karena hari libur.

Mengutip dari Bloomberg Selasa (4/6/2019), Indeks S&P 500 mengalami penurunan dua hari setelah muncul kekhawatiran antitrust akan menghapus nilai pasar lebih dari US$130 miliar dari raksasa teknologi.

Sejumlah analis melihat hal tersebut sebagai kesempatan untuk membeli. Pemulihan saham terjadi untuk Alphabet Inc., Lyft Inc. dan Uber Technologies Inc. Saham keduanya melonjak setelah laporan yang mengutip nilai jangka panjang perusahaan.

Selain itu, investor juga berusaha untuk kembali menapakkan kaki mereka setelah S&P 500 secara teknikal terdorong ke zona oversold untuk pertama kalinya tahun ini.

Powell telah berjanji untuk terus mencermati hal-hal yang terkait dengan pertikaian antara AS dan mitra dagang terbesarnya. Pasar secara agresif memprediksikan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga tahun ini setelah Presiden Donald Trump kembali memperluas ketegangan dagang yang sedang berlangsung.

Donald Trump pada pekan lalu mengancam untuk melemparkan tarif baru kepada Meksiko kecuali jika mampu membendung aliran migran ke AS.

Di bidang perdagangan, China telah mengeluarkan anjuran perjalanan (travel advisory) sampai akhir tahun, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard melihat peluang besar untuk menegosiasikan solusi dengan AS guna menghindari tambahan tarif pada ekspor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, china, amerika serikat, Donald Trump

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top