Emas Masih Lemah di Tengah Naiknya Tensi Perang Dagang AS dan China

Ketidakpastian perang dagang AS-China masih membayangi harga emas.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 30 Mei 2019  |  22:19 WIB
Emas Masih Lemah di Tengah Naiknya Tensi Perang Dagang AS dan China
Emas. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Harga emas masih terpukul pada perdagangan Kamis (30/5/2019), di tengah eskalasi dan ketidakpastian perang dagang AS-China yang masih menjadi fokus pasar.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (30/5) pukul 20.40 WIB, harga emas di bursa Comex bergerak melemah 0,11 persen menjadi US$1.284,9 per troy ounce. Sementara itu, harga emas di pasar spot berhasil bergerak menguat 0,13 persen di level US$1.281,48 per troy ounce.

Mengutip riset harian Asia Trade Point Futures, pelaku pasar tampaknya belum percaya diri untuk berspekulasi untuk kembali mengoleksi emas meskipun sentimen lain mendukung hal tersebut.

"Misalnya, seperti turunnya imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun ke level terendah 20 bulan serta kejatuhan pasar saham AS, tetap membuat emas bergerak cenderung stabil," tulis Asia Trade Point Futures dalam keterangan resmi, Kamis (30/5).

Selain itu, pertumbuhan ekonomi AS berhasil meningkat pada periode kuartal I/2019. Produk Domestik Bruto (PDB) AS naik 3,1 persen secara tahunan, sedikit lebih rendah dari proyeksi laju pertumbuhan 3,2 persen yang disampaikan pada bulan lalu.

Analis PT Monex Investindo Futures Ahmad mengatakan bahwa harga emas berpeluang untuk bergerak naik menguji level resistennya di level US$1.280 per troy ounce.

"Penembusan level tersebut berpeluang menopang kenaikan harga emas menguji level resisten selanjutnya di US$1.282 per troy ounce dan US$1.285 per troy ounce," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
emas, perang dagang AS vs China

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup