Cadangan Minyak AS Menyusut, Harga Minyak Global Memanas

Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan hingga 24 Mei 2019, tercatat mengalami penurunan hingga 5,3 juta barel menjadi 474,4 juta barel.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 30 Mei 2019  |  22:24 WIB
Cadangan Minyak AS Menyusut, Harga Minyak Global Memanas
Kilang minyak. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -- Harga minyak dunia berhasil menguat pada perdagangan Kamis (30/5/2019), seiring dengan turunnya persediaan minyak mentah AS bersamaan dengan kebijakan pemangkasan produksi oleh OPEC.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (30/5) pukul 20.40 WIB, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex bergerak menguat 0,36 persen menjadi US$59,02 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah jenis Brent di bursa ICE bergerak melemah 0,76 persen ke level US$68,92 per barel.

Analis PT Monex Investindo Futures Ahmad mengatakan cadangan minyak AS yang dirilis oleh API mengalami penurunan dan terus berlangsungnya pemangkasan produksi oleh OPEC telah memberikan dukungan kenaikan pada harga minyak.

"Namun, ketegangan perdagangan yang berpotensi melambatkan ekonomi global turut membebani harga minyak," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/5).

Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan hingga 24 Mei, tercatat mengalami penurunan hingga 5,3 juta barel menjadi 474,4 juta barel. Penurunan tersebut lebih besar dibandingkan dengan perkiraan pasar, yang hanya sebesar 900.000 barel.

Ahmad menyampaikan harga minyak berpeluang bergerak naik menguji level resistennya di level US$59,75 per barel. Adapun capaian level resisten tersebut berpotensi terus menopang kenaikan harga minyak menguji level resisten selanjutnya di US$60,35 per barel dan US$60,60 per barel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top