Risiko Pasokan Menjulang, Minyak Mentah Menguat

Harga minyak mentah menguat di hari kedua di tengah risiko pasokan dari Timur Tengah hingga AS, yang melebihi kekhawatiran bahwa ketegangan perdagangan akan menekan permintaan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  07:40 WIB
Risiko Pasokan Menjulang, Minyak Mentah Menguat
Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah menguat di hari kedua di tengah risiko pasokan dari Timur Tengah hingga AS, yang melebihi kekhawatiran bahwa ketegangan perdagangan akan menekan permintaan.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli menguat 0,9 persen pada perdagangan Selasa (28/5/2019) ke level US$59,14 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak Brent untuk penyelesaian Juli ditutup pada US$70,11 di bursa ICE Futures Europe. Patokan global ini berada pada premi US$10,97 untuk WTI, yang terluas dalam hampir satu tahun terakhir.

Dilansir Bloomberg, lonjakan kepercayaan konsumen memicu optimisme di antara para pelaku pasar yang kembali bekerja setelah minyak mentah mencatat penurunan mingguan paling tajam di 2019.

"Banyak orang melihat penurunan pekan lalu sebagai peluang," kata Phil Streible, analis pasar senior di RJO Futures Group Inc. di Chicago, seperti dikutip Bloomberg.

"Ada banyak uang di pihak orang-orang yang berpikir minyak akan menguat kembali," lanjutnya.

Ada sedikit antusiasme terhadap Brent yang berfluktuasi sebelum berakhir di dekat level US$70 per barel. Aliran pada pipa utama Rusia ke Eropa Tengah berlanjut pada hari Senin setelah ketakutan adanya kontaminasi, sementara Presiden AS Donald Trump melonggarkan sejumlah tekanannya terhadap Iran.

Di Timur Tengah, sebuah koalisi pimpinan Saudi mengklaim bahwa mereka telah menggagalkan 35 serangan teror oleh pemberontak Houthi di Selat Bab al-Mandeb antara Yaman dan Djibouti.

"Kami memiliki bukti bahwa penjaga revolusioner Iran memberi para pemberontak Houthi teknologi dan rudal balistik," kata juru bicara koalisi Arab, Kolonel Turki al-Maliki kepada wartawan, Senin (27/5).

Banjir di seluruh AS tengah juga berpotensi menimbulkan gangguan pada aliran minyak mentah dan produk olahan, kata Streible.

Bagian dari sistem pipa minyak mentah Pony Express ke kompleks penyimpanan utama di Cushing, Oklahoma, ditutup pekan lalu. Sementara itu, Delek A.S. Holding Inc. mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka memperkirakan kilang Louisiana tidak terpengaruh oleh banjir luapan Sungai Mississippi.

Ozark Pipeline, yang memindahkan minyak mentah dari Cushing ke area St. Louis, telah ditutup sejak Jumat, kata penyedia data Genscape Inc. Belum dapat dipastikan apakah hal tersebut terkait dengan banjir, meskipun jalur pipa minyak melintasi sungai Missouri dan Mississippi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga minyak mentah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top