Mandiri Sekuritas Siapkan 6 IPO untuk Semester II/2019

PT Mandiri Sekuritas tengah mempersiapkan sekitar 5—6 perusahaan untuk melaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada semester II/2019.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  00:43 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—PT Mandiri Sekuritas tengah mempersiapkan sekitar 5—6 perusahaan untuk melaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada semester II/2019.


Presiden Direktur Mandiri Sekuritas Silvano Rumantir mengungkapkan, sebagian besar mandat tersebut datang dari perusahaan swasta yang menargetkan untuk masuk ke pasar modal pada paruh kedua tahun ini.


“Ada sekitar 5--6 [IPO] yang sedang dipersiapkan. Sektornya beragam, ada yang building materials, tambang, healthcare, dan ada potensi dari sisi F&B (makanan dan minuman),” kata Silvano di Jakarta, Selasa (28/5/2019).


Adapun beberapa mandat IPO yang telah dikantongi Mandiri Sekuritas terdiri dari 1 perusahaan layanan kesehatan, 1 perusahaan material bangunan, potensi 1 perusahaan batu bara, potensi 1 perusahaan F&B, dan 1 perusahaan pelabuhan yang merupakan entitas anak BUMN.


Silvano mengakui bahwa bisnis penjaminan efek bersifat ekuitas lewat IPO yang diterima Mandiri Sekuritas pada semester I/2019 terbilang sepi. Bahkan, sampai saat ini Mandiri Sekuritas belum ada mengantarkan satu perusahaan pun untuk mencatatkan saham di pasar modal.


Adapun hal itu sejalan dengan basis investor Mandiri Sekuritas yang menginginkan ukuran-ukuran tertentu supaya di pasar sekunder nantinya terdapat likuiditas.

Sementara dari sisi calon emiten, Silvano menjelaskan banyak calon emiten yang berasal dari sektor swasta biasanya merupakan bisnis keluarga yang sensitif dengan volatilitas di pasar saham. 

Lagipula, bisnis keluarga tersebut juga umumnya telah memiliki sumber pendanaan lain, seperti pinjaman perbankan, sehingga tidak terburu-buru untuk masuk ke pasar modal. Selain itu, perusahaan keluarga yang sudah lama dibangun dan bahkan sudah lintas generasi pun biasanya telah memiliki kas internal yang kuat untuk mendanai ekspansi.

“Jadi, dalam hal ini, mereka [calon emiten] lebih memilih untuk melihat kepastian setelah Pemilu dan memang betul setelah selesai Pemilu ini kami mendapatkan update kepastian dari beberapa emiten yang ingin masuk ke market pada semester II,” ujar Silvano.

Selanjutnya, para calon emiten tersebut disebut akan menghimpun dana yang beragam, baik di atas Rp1 triliun maupun di bawah Rp1 triliun.

Silvano mengakui sejauh ini Mandiri Sekuritas belum melakukan due dilligent untuk menghitung valuasi. Kendati demikian, diharapkan nilai tersebut bisa likuid supaya dapat menarik investor-investor institusi maupun ritel dari domestik.

Adapun, untuk waktu IPO juga beragam. Untuk calon emiten yang akan menawarkan seluruh sahamnya secara domestik dan menggunakan buku Juni diharapkan sudah bisa mendaftar di bursa pada Desember.

Sementara bagi perusahaan yang menggunakan buku Juni dan ingin menawarkan sahamnya secara internasioal diperkirakan IPO-nya bakal rampung pada pertengahan November.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo, mandiri sekuritas

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup