Persediaan Minyak Mentah AS Naik Signifikan

Persediaan minyak mentah Amerika Serikat meningkat di luar ekspektasi pada pekan lalu, melampaui level tertinggi sejak Juli 2017.
Persediaan Minyak Mentah AS Naik Signifikan Dika Irawan | 23 Mei 2019 11:30 WIB
Persediaan Minyak Mentah AS Naik Signifikan
Harga minyak mentah Indonesia turun. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Persediaan minyak mentah Amerika Serikat meningkat di luar ekspektasi pada pekan lalu, melampaui level tertinggi sejak Juli 2017.

Energy Information Administration (EIA), Rabu (22/5/2019) waktu setempat, melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS tumbuh 4,7 juta barel pada pekan yang berakhir  17 Mei. Hal tersebut jauh dari perkiraan analis, yaitu berkurang 599.000 barel.

Alhasill capaian tersebut menaikkan persediaan minyak mentah AS secara keseluruhan menjadi 476,8 juta barel, level tertinggi sejak Juli 2017.

Namun, jumlah itu tidak termasuk Cadangan Minyak Strategis Pemerintah AS (Strategic Petroleum Reserve). Meskipun demikian, kenaikan stok minyak AS itu berasal dari penjualan SPR yang melemah pekan ini sebesar 1,1 juta barel.

Sementara, para analis justru mengaitkan kenaikan jumlah cadangan minyak itu dengan lambannya produksi kilang-kilang minyak AS pada tahun ini. Secara khusus, kilang-kilang di Midwest turun menuju ke level terendah pada Mei sejak 2013.

Bob Yawger, Direktur Berjangka Mizuho di New York mengatakan, utilisasi kilang tidak bisa menyerap cadangan minyak mentah. “Hal ini berujung ekstrim dari kisaran kemungkinan untuk laporan bearish,” katanya dikutip dari Reuters, Kamis (23/5/2019).

Tingkat pemanfaatan kilang telah turun sejak Januari lalu tidak dapat menembus di atas 90% dari total kapasitas. Hal itu karena pemeliharaan musiman.

Pekan lalu, pemanfaatan kilang minyak mentah turun 98.000 barel per hari atau turun 0,6 poin persentase menjadi 89,9% dari total kapasitas. Tingkat produksi di Midwest turun menjadi 82,7% dari kapasitas, terendah untuk Mei sejak 2013.

Akibatnya, persediaan minyak mentah Midwest naik pekan lalu menjadi 142,4 juta barel, tertinggi sejak November 2017, sementara stok bensin di kawasan itu turun menjadi 47,4 juta barel, level mingguan terendah untuk Mei sejak 2014.

Kenaikan stok minyak mentah AS itu pun menjadi kabar negatif bagi pasar minyak dunia. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ditutup melemah 0,57% atau 0,35 poin ke level US$61,07 per barel, Rabu (22/5/2019). Sementara itu, harga minyak mentah Brent turun 0,58% atau 0,41 poin ke level US$70,58 per barel. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, harga minyak mentah wti

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top