Tekanan Politik Dalam Negeri Mereda, Rupiah Terapresiasi

Rupiah berhasil bergerak berbalik menguat pada perdagangan Kamis (23/5/2019) setelah Presiden Joko Widodo berjanji untuk menjaga stabilitas setelah kerusuhan dari hasil rekapitulasi pemilu 2019.
Finna U. Ulfah | 23 Mei 2019 11:09 WIB
Karyawan memegang mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Rupiah berhasil bergerak berbalik menguat pada perdagangan Kamis (23/5/2019) setelah Presiden Joko Widodo berjanji untuk menjaga stabilitas setelah kerusuhan dari hasil rekapitulasi pemilu 2019.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (23/5/2019) hingga pukul 10.00 WIB, rupiah diperdagangkan menguat 0,1% pada level Rp14.505 per dolar AS. Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka rebound dengan penguatan 0,12% atau 17 poin ke level Rp14.508 per dolar AS.

Rupiah kembali ke zona hijau setelah 3 hari berturut-turut terdepresiasi akibat sentimen perang dagang dan kondisi politik dalam negeri yang kurang kondusif. Secara year to date, rupiah bergerak melemah 0,929%.

Ahli Strategi Fixed-Income Bank DBS Singapura Eugene Leow mengatakan bahwa pasar Indonesia berangsur baik setelah mendapatkan sedikit ketenangan dari Presiden Joko Widodo.

"Namun demikian, penguatan dolar AS dan ketidakpastian pasca pemilu yang tersisa masih menjadi hambatan utama bagi investor pada saat ini," ujar Eugene seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (23/5/2019).

Seperti diketahui, terjadi kerusuhan dari aksi demo di beberapa ruas jalan Jakarta akibat massa yang menolak hasil rekapitulasi pilpres 2019 yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

KPU telah merampungkan proses rekapitulasi tingkat nasional pada Selasa (21/5/2019) dengan hasil kembali terpilihnya pasangan calon presiden Jokowi-Amin yang unggul 85.607.362 suara atau 55,50% dari Prabowo-Sandi 68.650.239 atau 44,50%.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa akibat sentimen tersebut membuat pelaku pasar condong untuk meninggalkan pasar Indonesia karena meningkatnya ketidakpastian.

Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah Indonesia tidak akan mentolerir siapa pun yang mengganggu stabilitas negara, keamanan, dan demokrasi pascapemilu. "Mari kita rajut kembali persatuan. Kita rajut kembali kerukunan karena Indonesia adalah rumah kita bersama," ujar Jokowi.

Adapun, saat ini indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan 6 mata uang mayor lainnya bergerak menguat 0,07% di level 98,113.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Pilpres 2019

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top