Prospek Adaro (ADRO) Kian Hangat, Harga Saham Bakal Tembus Rp2.000?

Di tengah masih lesunya harga batu bara pada kuartal I/2019, PT Adaro Energy Tbk. membukukan pertumbuhan laba bersih hingga 59,60% secara tahunan per akhir periode tersebut. Seberapa besar capaian kinerja itu memantik laju saham perseroan?
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  07:01 WIB
Prospek Adaro (ADRO) Kian Hangat, Harga Saham Bakal Tembus Rp2.000?
Wakil Presiden Direktur Adaro Power & Adaro Water Dharma Djojonegoro (dari kiri), Presiden Direktur Wito Krisnahadi, Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir dan Chief Financial Officer Lie Luckman berbincang di sela-sela buka puasa bersama di Jakarta (15/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com,  JAKARTA -- Di tengah masih lesunya harga batu bara pada kuartal I/2019, PT Adaro Energy Tbk. membukukan pertumbuhan laba bersih hingga 59,60% secara tahunan per akhir periode tersebut. Seberapa besar capaian kinerja itu memantik laju saham perseroan?

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2019, Adaro Energy membukukan pendapatan US$846,48 juta pada kuartal I/2019. Pencapaian itu tumbuh 10,80% dari US$763,95 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Dari situ, perseroan membukukan laba bersih US$118,79 juta per akhir Maret 2019. Realisasi tersebut naik 59,60% dari US$74,43 juta pada kuartal I/2018.

Manajemen Adaro Energy menyebut pertumbuhaan pendapatan usaha didukung dengan pertumbuhan produksi 26% secara tahunan menjadi 13,75 metrik ton (Mt). Harga jual rata-rata batu bara perseroan turun 10% secara tahunan namun relatif sama dalam perbandingan kuartalan.

Adapun, emiten berkode saham ADRO itu melaporkan penjualan 13,31 Mt pada kuartal I/2019. Jumlah itu naik 22% dari periode yang sama tahun lalu.

Di pasar modal, saham ADRO masih membukukan return positif dengan menguat 1,65% untuk periode berjalan 2019, sampai dengan perdagangan, Rabu (22/5). Total kapitalisasi pasar yang dimiliki senilai Rp39,50 triliun dengan price earning ratio (PER) 5,83 kali.

Pada perdagangan, Rabu (22/5/2019), saham ADRO dibuka stagnan di level Rp1.235 per lembar. Posisi itu bertahan sampai dengan sesi penutupan.

Dalam riset yang dipublikasikan melalui Bloomberg, Thomas Radityo, analis Ciptadana Sekuritas juga masih mempertahankan rekomendasi beli saham ADRO dengan target harga Rp1.750. Rekomendasi itu sejalan dengan hasil kinerja keuangan kuartal I/2019.

Thomas menuliskan tetap optimistis terhadap prospek ADRO. Pihaknya mengharapkan kinerja yang lebih baik pada kuartal II/2019 didorong oleh peningkatan volume produksi dan pemulihan rerata harga jual.

Baru-baru ini, ADRO juga telah mengumumkan pembagian total dividen US$200 juta atau 47,8% dari laba bersih 2018. Nilai itu mencerminkan dividen yield 4,2%.

“Kami mengharapkan yang serupa untuk rasio pembayaran dividen di masa depan karena kami melihat neraca keuangan yang tetap kuat ke depan,” katanya melalui riset.

Dalam riset berbeda yang dipublikasikan melalui Bloomberg, analis PT Indo Premier Sekuritas Frederick Daniel Tanggela mengatakan masih mempertahankan rekomendasi beli untuk saham ADRO. Selain itu, pihaknya juga menaikkan target harga dari Rp1.800 menjadi Rp2.000.

Rekomendasi dan target harga yang diberikan sejalan dengan revisi naik untuk proyeksi laba bersih periode 2019 dan 2020. Proyeksi laba bersih 2019 dinaikkan 36,8% dari US$282 juta menjadi US$385 juta.

Adapun, proyeksi laba bersih untuk 2020 juga dikerek 28,2% dari US$383 juta menjadi US$491 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rekomendasi saham, kinerja emiten, adaro

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top