Kurs Rupiah Terus Melemah Akibat Aksi 22 Mei, Ini Prediksi Analis

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Rabu (22/5/2019) pukul 10.11 WIB, rupiah di pasar spot melemah 0,19% atau 27 poin menembus level Rp14.507 per dolar AS.
Kurs Rupiah Terus Melemah Akibat Aksi 22 Mei, Ini Prediksi Analis Finna U. Ulfah | 22 Mei 2019 11:42 WIB
Kurs Rupiah Terus Melemah Akibat Aksi 22 Mei, Ini Prediksi Analis
Massa berbaju putih demo di depan gedung Bawaslu Jakarta, Rabu (22/5/2019). - Bisnis/Lalu Rahadian

Bisnis.com, JAKARTA – Rupiah lanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (22/5/2019) seiring dengan kisruh hasil Pemilu 2019 yang berujung bentrok antara kepolisian dan pendemo. Analis menilai jika kisruh berlanjut, rupiah dapat menyentuh level Rp15.000 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Rabu (22/5/2019) pukul 10.11 WIB, rupiah di pasar spot melemah 0,19% atau 27 poin menembus level Rp14.507 per dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa sentimen eksternal, seperti eskalasi perang dagang, tampak tidak berpengaruh cukup signifikan terhadap pergerakam rupiah dibandingkan dengan sentimen dalam negeri.

Akibat kisruh tersebut, lanjut dia, membuat pelaku pasar condong untuk meninggalkan pasar Indonesia sehingga rupiah terus terdepresiasi.

“Saat ini rupiah sudah di level Rp14.500 per dolar AS, artinya untuk mencapai Rp15.000 per dolar AS sangat gampang kalau kondisi dalam negeri tidak kondusif,” ujar Ibrahim kepada Bisnis, Selasa (22/5/2019).

Adapun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merampungkan proses rekapitulasi tingkat nasional pada Selasa (21/5/2019). Hasilnya, pasangan calon presiden Jokowi-Amin unggul 85.607.362 suara atau 55,50% dari Prabowo-Sandi 68.650.239 atau 44,50%.

Berbeda dengan pemilu 2014 ketika pasar menyambut positif Joko Widodo diumumkan menjadi presiden terpilih, seperti rupiah dan IHSG yang seketika bergerak di zona hijau, kali ini Jokowi Effect tersebut tidak kembali terjadi.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden Prabowo-Sandi menolak hasil rekapitulasi pilpres 2019 dan akan menggugat hasil tersebut ke Mahkamah Konstitusi.

Hal tersebut mendorong terjadinya aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu yang berujung bentrok di sekitar jalan Thamrin dan Tanah Abang.

Ibrahim memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan ditutup melemah, meski secara teknikal sesungguhnya mendukung rupiah untuk menguat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, nilai tukar rupiah

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top