Investor Cemas, IHSG Tertekan

Kecemasan pelaku pasar terhadap keamanan dan stabilitas politik dalam negeri tercermin lewat pelemahan indeks harga saham gabungan pada penutupan Selasa (22/5/2019).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  17:24 WIB
Investor Cemas, IHSG Tertekan
Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019)./ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA -- Kecemasan pelaku pasar terhadap keamanan dan stabilitas politik dalam negeri tercermin lewat pelemahan indeks harga saham gabungan pada penutupan Selasa (22/5/2019).

Adapun, indeks kembali ke zona merah dengan pelemahan sebesar 0,20% menjadi 5.939 sehari setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan pemenang Pilpres 2019. Secara ytd, indeks turun 4,11%.

Indeks sektor infrastruktur dan konsumsi terpantau memimpin pelemahan yang masing-masing turun 0,9% dan 0,42%. 

Head of Research Institusi MNC Sekuritas Thendra Crisnanda menjelaskan, saat ini investor lebih banyak yang mengambil posisi wait and see di tengah-tengah perkembangan kondisi domestik. Adapun, fokus utama pelaku pasar adalah stabilitas politik dan keamanan nasional.

Thendra menyinggung, aksi massa pada 22 Mei 2019 juga menjadi salah satu perhatian investor mengingat hal tersebut telah mengganggu aktivitas perekonomian khususnya di daerah sekitar lokasi perkumpulan massa.

"Dampaknya terhadap transaksi bursa juga terefleksikan dari estimasi penurunan nilai transaksi harian hingga 18% dari rata - rata mingguan sebesar Rp7,84 triliun sehari menjadi hanya sekitar Rp6,3 triliun - Rp6,4 triliun pada hari ini," kata Thendra kepada Bisnis.com, Rabu (22/5/2019).

Namun demikian, Thendra meyakinkan bahwa pelemahan IHSG kali ini masih cukup wajar dengan investor asing tercatat tetap melakukan beli bersih (net buy) hingga Rp702,92 miliar.

Dirinya pun mengimbau agar investor domestik tetap bersikap positif di tengah-tengah perkembangan saat ini dan tidak panik dengan pemberitaan yang tidak benar validitasnya.

MNC Sekuritas menyakini bahwa pemerintah dan aparatur kepolisian serta TNI telah berusaha melakukan yang terbaik dalam menjaga keamanan domestik.  "Oleh karena itu, kami merekomendasikan tactical buy dengan potensi peningkatan IHSG ke level 6.110 ke depannya," ujar Thendra.

Senada, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menjelaskan lewat riset hariannya bahwa keresahan investor terhadap aksi massa telah menjadi faktor pemberat pergerakan IHSG.

"Keresahan investor terhadap kondusifitas demo 22 Mei 2019 yang terjadi sejak dini hari menjadi trigger [pelemahan IHSG]," tulis Lanjar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI, Pilpres 2019

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top