AKSI EMITEN 22 MEI: Melirik Saham BUMN Usai Pilpres, INTP Incar Pertumbuhan 4 Persen

Berita mengenai prospek sejumlah saham BUMN usai Pemilihan presiden 2019 serta INTP yang mengincar pertumbuhan volume penjualan menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (22/5/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  08:50 WIB
AKSI EMITEN 22 MEI: Melirik Saham BUMN Usai Pilpres, INTP Incar Pertumbuhan 4 Persen
Bisnis Indonesia - repro

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai prospek sejumlah saham BUMN usai Pemilihan presiden 2019 serta INTP yang mengincar pertumbuhan volume penjualan menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (22/5/2019).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Melirik Saham BUMN Usai Pilpres. Sejumlah saham emiten badan usaha milik negara dan entitas anak dinilai masih prospektif untuk dikoleksi usai pengumuman pemenang Pemilihan Presiden 2019 meski dalam sebulan terakhir mengalami koreksi akibat sejumlah sentimen. (Bisnis Indonesia)

INTP Incar Pertumbuhan 4 Persen. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. mengincar pertumbuhan volume penjualan di kisaran 3 persen—4 persen pada tahun ini sejalan dengan potensi peningkatan pasar infrastruktur dan properti pada semester II/2019. (Bisnis Indonesia)

BKSL Ditopang Penjualan Apartemen. Emiten properti, PT Sentul City Tbk. memproyeksikan pertumbuhan pendapatan pada tahun ini sekitar 10 persen—15 persen. (Bisnis Indonesia)

ACST Optimistis Kembali Untung. PT Acset Indonusa Tbk. optimistis kembali mencetak keuntungan sejelan dengan serangkaian strategi yang telah disiapkan perseroan setelah sempat membukukan kerugian pada kuartal I/2019. (Bisnis Indonesia)

Mengulik Siasat Ekspansi TBIG. Penambahan 1.000 unit menara telekomunikasi baru dan 3.000 tenant menjadi agenda ekspansi organik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. pada 2019. Perseroan mengaku siap mengakuisisi menara apabila ada tawaran menarik. (Bisnis Indonesia)

UNVR Kembali Bagi Dividen dari 99 persen Laba. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) berkomitmen untuk membagi seluruh laba bersih menjadi dividen. Kali ini, UNVR akan membagi 99,25 persen laba bersih menjadi dividen atau setara Rp 9 triliun. (Kontan)

SSIA Butuh Rp 4 Triliun di Proyek Subang. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) masih memfokuskan bisnis di proyek pengembangan kawasan industri di Subang, Jawa Barat. Asal tahu saja, proyek Subang City of Industry itu sudah dimulai sejak 2017. (Kontan)

Kresna Agresif Gaet e-Commerce. PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) melalui dua anak usahanya, PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) dan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA), semakin memperkuat bisnis digital. NFC Indonesia berencana lebih banyak menggaet pelanggan dari sektor e-commerce, sementara Distribusi Voucher dalam proses akuisisi perusahaan start up, Pawoon. (Investor Daily)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aksi emiten

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top