Kalbe Farma (KLBF) Proyeksikan Margin Usaha Membaik di Kuartal II/2019

Emiten farmasi, PT Kalbe Farma Tbk. memperkirakan margin usaha membaik di kuartal II/2019 didorong kenaikan penjualan obat bebas seiring momentum Ramadan dan Lebaran. 
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  15:34 WIB
Kalbe Farma (KLBF) Proyeksikan Margin Usaha Membaik di Kuartal II/2019
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius (kiri) bersama Kepala Kalbe Learning Centre (KLC) Micha Catur Firmanto memberikan paparan di sela-sela acara kunjungan ke fasilitas Kalbe Learning Centre di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta, Rabu, (6/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten farmasi, PT Kalbe Farma Tbk. memperkirakan margin usaha membaik di kuartal II/2019 didorong kenaikan penjualan obat bebas seiring momentum Ramadan dan Lebaran. 

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Vidjongtius mengatakan, penjualan pada kuartal II/2019, terutama pada April dan Mei, bakal didorong momentum Ramadan dan Lebaran. Kenaikan penjualan terutama berasal dari segmen obat bebas yang memiliki margin yang lebih baik. 

Meski tidak menyebutkan proyeksi kenaikannya, dia mengatakan kinerja kuartal II/2019 diperkirakan bakal lebih baik dari kuartal I/2019. 

Pada kuartal I/2019, penjualan naik 6,99% menjadi Rp5,37 triliun. Adapun, laba usaha tumbuh 1,3% menjadi sebesar Rp. 794,5 miliar. Rasio laba usaha mencapai 14,8% atau mengalami penurunan dari 15,6%. 

Sementara itu, pada tahun ini perseroan mempertahankan target pertumbuhan penjualan bersih sebesar 6%-8% dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih pada kisaran yang sama. Adapun, target margin laba operasional ditetapkan pada tingkat 14,5% - 15,5%. 

"Kuartal II ada puasa dan Lebaran, biasanya meningkat. Hanya saja Juni agak turun, tapi bisa ditutupi dengan April Mei yang lebih bagus. Saya kira kuartal II akan lebih baik," katanya. 

Lebih lanjut, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Bernadus Karmin Winata mengatakan, margin usaha yang turun di kuartal I/2019 karena faktor kurs dan portofolio pendapatan. Pendapatan pada periode itu lebih banyak dikontribusikan dari bisnis distribusi dan logistik yang memiliki margin tipis. 

Meski demikian, perseroan meyakini margin usaha hingga akhir tahun bakal membaik dan mencapai target yang dipasang. "Siklusnya begitu [margin usaha kuartal I turun]. Tapi di kuartal kuartal selanjutnya bakal lebih baik sehingga mencapai target itu," imbuhnya. 

Sebelumnya, dikutip dari risetnya, analis PT Ciptadana Sekuritas Asia Robert Sebastian mengatakan, meningkatnya cakupan BPJS Kesehatan dan belanja sosial yang lebih tinggi bakal mendorong permintaan yang lebih tinggi untuk produk farmasi. Selain itu, intervensi pemerintah untuk menutup defisit BPJS Kesehatan juga menjadi salah satu sentimen positif bagi industri farmasi.

Adapun, sepanjang musim Ramadan, obat over the counter akan membukukan pertumbuhan penjualan lebih tinggi. Salah satu produk yang paling banyak menuai keuntungan adalah Promag. 

Analis meyakini permintaan yang lebih tinggi untuk produk nutrisi dan kesehatan, sejalan dengan kebutuhan masyarakat untuk tetap sehat selama musim Ramadan. Ini akan mendorong kinerja yang lebih baik pada 2 segmen itu pada kuartal II/2019. 

"Oleh karena itu, kami memperkirakan margin yang meningkat karena 2 segmen ini memiliki marjin lebih baik dibandingkan dengan distribusi dan logistik," katanya dalam riset pada 8 Mei 2019. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, kalbe farma

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup