Madusari Murni Siapkan 3 Target Bisnis

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan / Luar Biasa (RUPST/ RUPSLB) PT Madusari Murni Indah Tbk mencatat laba bersih perusahaan sepanjang 2018 mencapai Rp94,24 miliar.
Madusari Murni Siapkan 3 Target Bisnis Mia Chitra Dinisari | 22 Mei 2019 14:02 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan / Luar Biasa (RUPST/ RUPSLB) PT Madusari Murni Indah Tbk mencatat laba bersih perusahaan sepanjang 2018 mencapai Rp94,24 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2018 (audited), laba sebelum pajak tercatat Rp129,1 miliar atau tumbuh sebesar 11,5 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Kinerja keuangan PT Madusari Murni Indah Tbk. per Desember 2018 lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, antara lain Net Profit after Tax (NPAT) sebesar 7,90% dari sebelumnya 7,74%, Earning Before Income Tax Depreciation and Amortization (EBITDA) 14,70 persen menjadi 16,31 persen, Gross Proft Margin naik dari 32,33 persen menjadi 35,8 persen, sedangkan Current Ratio menunjukkan peningkatan 2,39 persen dari sebelumnya 2,14 persen.

Ke depannya, perusahaan memiliki tiga target yakni mengembangkan bisnis ekspor ethanol secara regional, meningkatkan kapasitas secara bertahap, serta memasang Unit Distilasi 2 guna memperbaiki kualitas dan meningkatkan kapasitas pabrik fertilizer di Lawang-Malang, Jawa Timur.

Direktur Utama PT Madusari Murni Indah Tbk, Adikin Basirun menjelaskan pemasangan unit distilasi ditujukan untuk memperbaiki kualitas dan meningkatkan kapasitas. Saat ini, lanjutnya kapasitas terpasang pabrik ethanol PT Molindo Raya Industrial di Desa Madukoro, Malang, mencapai 80 juta liter per tahun. Guna menjaga kinerja perseroan di tahun ini, maka kapasitasnya akan dinaikkan menjadi 100 juta liter.

“Kami memang sudah puluhan di industry ini, tapi kami harus terus berinovasi dengan memperkuat R&D. Pasar ethanol sendiri sudah tercipta sejak puluhan tahun, karena itu perlu kita perluas pasarnya,” ungkap Adikin.

RUPST perusahaan mengagendakan persetujuan laporan tahunan termasuk laporan pengawasan dewan komisaris dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.

Dalam RUPST pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2018, laporan pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum dan perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum.

Rapat juga menyetujui penggunaan remunerasi bagi anggota dewan komisaris dan direksi untuk tahun buku 2019 serta penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan 2019.

Sedangkan untuk RUPSLB persetujuan perpanjangan dan rencana penambahan fasilitas bank termasuk menjaminkan aset perseroan lebih dari 50 persen jumlah kekayaan bersih perseroan dalam satu tahun buku dalam bentuk aset dan/atau jaminan perusahaan (corporate guarantee).

RUPSLB juga menyetujui pengangkatan Rodolfo C. Balmater selaku komisaris independen, Adikin Basirun selaku Direktur Utama Perseroan yang baru serta Jose G. Tan sebagai direktur,

Dengan demikian susunan pengurus perseroan meliputi dewan komisaris Sandojo Rustanto (Komisaris Utama), sedangkan komisaris Indra Winarno Handojo Rustanto, Irene Rustanto, dan I Nyoman Darma, Rodolfo C. Balmater sebagai Komisaris Independen.

Sedangkan untuk jajaran direksi Adikin Basirun Direktur Utama, serta Donny Winarno dan Jose G. Tan masing-masing menjabat sebagai direktur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Madusari Murni Indah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top