RDP Komisi VI DPR, Garuda Indonesia (GIAA) Mengeluh Rugi US$12 Juta

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mengeluhkan mencatatkan kerugian senilai US$12 juta atas diskon tiket sebesar 35 persen yang dilakukan perseroan pada periode 31 Maret—12 April 2019.
Muhammad Ridwan | 21 Mei 2019 23:50 WIB
Jajaran Direksi Garuda Indonesia saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (21/5/2019) - Bisnis/Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mengeluhkan mencatatkan kerugian senilai US$12 juta atas diskon tiket sebesar 35 persen yang dilakukan perseroan pada periode 31 Maret—12 April 2019.

Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara menyampaikan hal tersebut saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Selasa (21/5/2019).

“April kami lost US$12 juta, atau 3 persen per tiketnya,” ujarnya di Ruang Rapat Komisi VI DPR RI.

Dia mengatakan bahwa dengan ditetapkannya penurunan tarif batas atas sebesar 15 persen, perseroan berharap dapat mencapai break even point (BEP).

Pria yang akrab disapa Ari Askhara itu mengatakan bahwa penentuan tarif batas atas dan tarif batas bawah tersebut memberatkan perseroan. Sejak ditetapkan pada 2014 dan 2016, kebijakan tersebut tidak pernah meningkat.

“Sedangkan harga avtur dan kurs dolar selalu bergejolak dan mempengaruhi operasi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah menyebut perseroan dapat menutupi kerugian tersebut.

Menurutnya perseroan akan melakukan penghilangan harga promo di tengah rendahnya harga tiket yang dijual. “Biaya ground handling kami evaluasi, rute-rute juga kami kurangi,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, dpr ri

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top