IHSG Melemah di Hari Kelima, Ini Sentimen Penekannya

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 1,17 persen atau 68,87 poin ke level 5.826,87, meskipun sempat dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,59 persen atau 34,53 poin ke level 5.930,27.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Mei 2019  |  17:30 WIB
IHSG Melemah di Hari Kelima, Ini Sentimen Penekannya
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan ini di zona merah setelah ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (17/5/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 1,17 persen atau 68,87 poin ke level 5.826,87, meskipun sempat dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,59 persen atau 34,53 poin ke level 5.930,27.

IHSG melanjutkan pelemahan di hari kelima, setelah pada pada perdagangan Kamis (16/5), IHSG ditutup melemah 1,42 persen di level 5.895,74. Sejak awal pekan, IHSG tercatat melemah hingga  6,2 persen.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.826,87 – 5.936,97.

Tujuh dari sembilan sektor berakhir di wilayah negatif, didorong oleh sektor finansial yang melemah 1,76 persen, disusul sektor infrastruktur yang melemah 1,58 persen.

Di sisi lain, sektor pertanian dan tambang yang masing-masing menguat 0,55 persen dan 0,35 persen menahan laju pelemahan IHSG lebih lanjut.

Dari 632 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 160 saham menguat, 247 saham melemah, dan 226 saham stagnan.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang masing-masing melemah 3,74 persen dan 1,89 persen menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG.

Dilansir Bloomberg, IHSG mencatat penurunan mingguan keempat, penurunan beruntun terpanjang dalam lebih dari setahun, di tengah aksi jual investor asing.

Hariyanto Wijaya, kepala riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengatakan ketegangan antara AS dan China ditambah dengan neraca perdagangan yang lebih buruk dari perkiraan menambah sentimen negatif,

“Masih ada dampak dari revisi MSCI juga. Itu sebabnya kita masih melihat arus keluar karena investor melarikan diri ke aset safe haven, seperti yen," kata Hariyanto, seperti dikutip Bloomberg.

Perubahan pada Indeks MSCI akan mulai berlaku pada 28 Mei dengan peningkatan bobot saham China yang diharapkan akan menarik uang dari pasar Asia lainnya. Awal pekan ini, MSCI Inc. mengumumkan akan menghapus PT Tower Bersama Infrastructure Tbk dan menambah PT Barito Pacific Tbk sebagai bagian dari tinjauan pertengahan tahun.

Hariyanto mengungkapkan Investor dapat melihat kelonggaran singkat di pasar pekan depan ketika Komisi Pemilihan Umum mengumumkan hasil resmi pemilihan presiden dan legislatif.

Pertemuan mendatang antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping juga diperkirakan akan menenangkan pasar.

IHSG melemah di saat bursa saham di Asia bergerak di zona merah, dengan indeks Nikkei 225 Jepang berhasil menguat 0,89%, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,59 persen ke level tertinggi 11 tahun karena harga komoditas yang lebih tinggi mendorong penambang.

Di sisi lain, indeks Shanghai Composite melemah 2,48 persen, sedangkan indeks CSI 300 merosot 2,54 persen, di tengah dampak yang tumbuh dari langkah Presiden Donald Trump untuk melarang Huawei Technologies membeli teknologi vital AS.

 

Saham-saham penekan IHSG:
KodePenurunan (persen)

BMRI

-3,74

BBCA

-1,89

TLKM

-2,50

BBRI

-1,81

 

Saham-saham pendorong IHSG:
KodeKenaikan (persen)

BYAN

+4,56

ZINC

+7,85

POSA

+24,86

TCPI

+2,63

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top