Berita Emiten Imbangi Sentimen Perang Dagang, Bursa Eropa Menguat

Bursa shaam Eropa berbalik arah ke zona hijau pada akhir perdagangan Kamis (16/5/2019), dengan berita kesepakatan di Jerman membantu mengatasi kekhawatiran meningkatnya eskalasi perang perdagangan AS-China.
Aprianto Cahyo Nugroho | 17 Mei 2019 06:37 WIB
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa shaam Eropa berbalik arah ke zona hijau pada akhir perdagangan Kamis (16/5/2019), dengan berita kesepakatan di Jerman membantu mengatasi kekhawatiran meningkatnya eskalasi perang perdagangan AS-China.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 1,3 persen ke level penutupan dalam 10 hari terakhir setelah mengabaikan pelemahan di awal perdagangan yang dipicu oleh sanksi Gedung Putih pada raksasa telekomunikasi China Huawei pada Rabu malam.

Ekonom pasar Rabobank, Stefan Koopman mengatakan bahwa ketegangan AS-China telah diperkirakan dan pasar lebih terfokus pada situasi perdagangan antara Eropa dan AS.

Sanksi Huawei terbaru membantu pesaingnya, Ericsson dan Nokia, untuk menguat masing-masing sebesar 2,1% dan 4,1%.

Indeks DAX Jerman melonjak 1,7% untuk kenaikan harian ketiga berturut-turut, meskipun saham otomotif yang sensitif terhadap tarif tidak berkontribusi. Penguatan bursa di Frankfurt ini terutama didorong oleh berita tentang kesepakatan perusahaan.

Thyssenkrupp melonjak dengan kenaikan 9,4% setelah Reuters melaporkan bahwa Kone yang berasal dari Finlandia diperkirakan mengajukan tawaran untuk divisi elevator perusahaan.

Produsen lampu, Osram Licht naik 5,3% menjadi 28,80 euro setelah mengatakan bahwa pembicaraan dengan Bain dan Carlyle berlanjut. Majalah Jerman Boerse Online mengatakan kelompok ekuitas swasta dapat mengajukan penawaran dengan harga 35 euro per saham.

Sektor bahan baku naik 1,6%, dengan Norsk Hydro menguat 4,9% setelah pengadilan federal Brasil mengangkat salah satu dari dua embargo produksi di pabrik milik produsen logam Norwegia tersebut.

Nestle SA menguat 1,8% ke rekor penutupan tertinggi. Emiten asal Swiss ini mengatakan memasuki pembicaraan eksklusif untuk menjual bisnis kesehatan kulitnya ke sebuah konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan ekuitas swasta EQT Partners dalam kesepakatan senilai 10,2 miliar franc Swiss (US$ 10,1 miliar).

Jika itu berhasil, kesepakatan itu akan menjadi kesepakatan ekuitas swasta terbesar kedua di Eropa sejak krisis keuangan, menurut data Refinitiv

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup