Rekomendasi Saham : Indo Tambangraya Megah (ITMG) Bakal Tembus Rp26.000?

Sepanjang tahun berjalan, kinerja saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) turun 16,05% sepanjang tahun ini menuju level Rp17.000 per saham.
Novita Sari Simamora | 17 Mei 2019 06:13 WIB
PT Indo Tambangraya Megah Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Sepanjang tahun berjalan, kinerja saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) turun 16,05% sepanjang tahun ini menuju level Rp17.000 per saham.

Kendati begitu, analis Panin Sekuritas Iqbal Nurrahman menuliskan dalam riset medio Mei 2019, saham ITMG masih berpotensi menguat. Pada kuartal I/2019, ITMG mencatatkan pendapatan senilai US$453 juta naik 19,8% year on year masih sejalan masih sejalan dengan proyeksi Panin Sekuritas.

Dari sisi volume penjualan, ITMG mencatatkan penjualan hingga 6 juta ton naik 37% yoy, seiring dengan meningkatnya produksi hingga 5,8 juta ton hingga 41,5% yoy yang didukung oleh baiknya cuaca di sekitar tambang, khususnya di Tambang Indominco dan Trubaindo.

Perlu diketahui rata-rata harga jual batu bara tercatat menurun menjadi US$71,1 per ton turun 15% yoy, membuat pendapatan hanya tumbuh 19,8% secara tahunan. Kondisi ini menekan margin perseroan.

Iqbal menambahkan, penurunan harga komoditas batu bara  sejalan dengan penurunan laba bersih ITMG menjadi US$40 juta atau turun 31,6% yoy atau di bawah estimasi Panin Sekuritas.

Panin Sekuritas melihat kombinasi dari perang dagang, kebijakan pemerintah China yang membatasi total impor batu bara pada 2019 agar tidak melebihi impor di 2018, serta kenaikan volume produksi batubara China dapat menjadi sentimen negatif untuk harga batu bara ke depannya.

Namun, peningkatan volume penjualan pada tahun ini bisa menjadi katalis positif bagi laba di 2019. Panin Sekuritas merekomendasikan beli saham ITMG, dengan target harga Rp23.000 per saham, yang menggambarkan price earning 7,8 kali pada 2019.

Dalam riset terpisah, analis JP Morgan Sekuritas Sumedh Samant mengungkapkan harga jual batu bara yang lebih rendah telah menekan capaian pendapatan ITMG pada kuartal I/2019. Meskipun harga batu bara masih melemah, Sumedh optimistis bakal ada pemulihan.

"Kami juga mengharapkan ada peningkatan pendapatan pada kuartal II/2019 karena tingkat produksi yang normal dengan biaya yang lebih rendah," tulisnya dalam riset medio Mei 2019.

Sumedh merevisi target harga saham ITMG dari Rp26.000 per saham menjadi Rp24.000 per saham hingga akhir 2019. Proyeksi yang diberikan oleh JP Morgan Sekuritas sejalan dengan konsensus.

Meskipun ITMG mengalami penurunan nilai penjualan pada kuartal I/2019, konsensus memproyeksikan saham emiten batu bara ini berpotensi menuju level Rp26.736 per saham. Sebanyak 19 analis merekomendasikan beli, 3 analis merekomendasikan hold dan 1 analis merekomendasikan jual.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rekomendasi saham, kinerja emiten, indo tambangraya megah

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup