Ringkasan Perdagangan 15 Mei: IHSG Melemah ke 5.900 an, Rupiah Terdepresiasi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah dan meninggalkan level 6.000 pada perdagangan hari ini, Rabu (15/5/2019), sedangkan rupiah kembali ditutup terdepresiasi hari ini.
Aprianto Cahyo Nugroho | 16 Mei 2019 05:29 WIB
Karyawan melintas di dekat papan penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah dan meninggalkan level 6.000 pada perdagangan hari ini, Rabu (15/5/2019), sedangkan rupiah kembali ditutup terdepresiasi hari ini.

Di sisi lain, pasar saham mulai pulih dari pelemahannya menyusul meredanya kekhawatiran atas perang perdagangan Amerika Serikat – China.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini:

Neraca Perdagangan Defisit, IHSG Melemah ke Level 5.900 an

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 1,49 persen atau 90,32 poin ke level 5.980,88, meskipun dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,34 persen atau 20,44 poin ke level 6.091,64.

Delapan dari sembilan sektor berakhir di wilayah negatif, didorong oleh sektor infrastruktur yang melemah 2,80 persen dan disusul sektor industri dasar yang melemah 2,46 persen.

Di sisi lain, sektor pertanian menguat 0,09 persen dan menahan laju pelemahan IHSG lebih lanjut hari ini.

Dari 632 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 115 saham menguat, 287 saham melemah, dan 230 saham stagnan.

Sentimen Perang Dagang Mereda, Rupiah Masih Berakhir di Zona Merah

Rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (15/5/2019) di tengah meredanya perang dagang antara AS dan China, masih menjadi mata uang terlemah kedua di antara mata uang Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Rabu (15/5/2019), rupiah melanjutkan pelemahan sepanjang 3 hari berturut-turut pada level Rp14.463 per dolar AS terdepresiasi 0,201% atau 29 poin di saat mayoritas mata uang Asia bergerak di zona hijau.

Kekhawatiran Perdagangan Mereda, Bursa Asia Rebound dari Level Terendah 3,5 Bulan

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang menguat 0,6 persen. Indeks telah jatuh ke level terendah sejak akhir Januari hari sebelumnya karena konflik perdagangan China-AS meningkat.

Saham di Asia dipimpin oleh kenaikan kuat di ekuitas China, yang rebound setelah dua hari mengalami kerugian. Indeks CSI 300 ditutup melonjak 2,3 persen. Meski demikian, volume dalam indeks itu mencapai sekitar 35 persen lebih rendah dari rata-rata pergerakan 30 hari.

Sementara itu, idneks Shanghai Composite menguat 1,91 persen, mengabaikan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi setelah data China yang lebih lemah dari perkiraan dirilis pada hari Rabu.

Gangguan Output di China, Harga Karet Tocom Rebound

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Oktober 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup menguat 0,05 persen atau 0,1 poin ke level 186 yen per kilogram (kg).

Sebelumnya, harga karet sempat dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,54 persen atau 1 poin ke level 184,90 yen per kg. Adapun pada perdagangan Selasa (14/5), harga karet ditutup melemah 0,75 persen atau 1,4 poin ke level 185,90.

Di sisi lain, harga karet di Shanghai Futures Exchange untuk kontrak teraktif September 2019 juga ditutup melemah 0,68 persen atau 80 poin ke level 11.645 yuan per ton, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 1,24 persen atau 145 poin ke level 11.580 yuan per ton.

Harga Emas Bergerak Menguat

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2019 menguat 4,3 poin atau 0,33 persen ke level US$1.300,60 per troy ounce pada pukul 19.38 WIB.

Sementara itu, harga emas cetakan Antam di situs resmi logammulia.com tercatat tidak berubah di level Rp669.000 per gramnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini, Indeks BEI

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup