Ketegangan Perdagangan AS-China Mendingin, Wall Street Rebound

ursa saham Amerika Serikat pada Selasa (14/5/2019) meraih kembali sebagian pelemahan dalam aksi jual tajam hari sebelumnya, menyusul perubahan nada dalam retorika perdagangan AS-China.
Aprianto Cahyo Nugroho | 15 Mei 2019 05:42 WIB
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat pada Selasa (14/5/2019) meraih kembali sebagian pelemahan dalam aksi jual tajam hari sebelumnya, menyusul perubahan nada dalam retorika perdagangan AS-China.

Ketiga indeks utama AS ditutup di zona hijau, meskipun memangkas penguatan menjelang akhir perdagangan. Indeks S&P 500 tetap hampir 4 persen di bawah level tertinggi sepanjang masa yang dicapai dua pekan lalu.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 207,06 poin atau 0,82 persen ke level 25.532,05, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 menguat 22,54 poin atau 0,80 persen ke 2.834,41, dan Nasdaq Composite menguat 87,47 poin atau 1,14 persen ke 7.734,49.

Dilansir Reuters, kekhawatiran investor mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyebut perang dagang yang meningkat dengan China sebagai "pertengkaran kecil," dan menambahkan bawa dia melakukan komunikasi yang baik dengan Presiden China Xi Jinping.

Beijing menggemakan sentimen tersebut. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan kepada wartawan bahwa China dan AS telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan yang relevan.

"(Hari ini) adalah kesempatan membeli yang baik menginat seberapa rendahnya harga kemarin," kata Jim Bell, kepala investasi di Bell Investment Advisors, seperti dikutip Bloomberg.

"Saya berasumsi banyak orang masih menganggap serius presiden ketika dia berkomentar. Masih ada dukungan kuat untuk kebijakannya dan orang-orang ingin percaya apa yang dia katakan, bahwa itu akan berakhir dengan baik," tambahnya.

Boeing Co memberikan dorongan terbesar bagi indeks Dow Jones setelah ditutup menguat 1,7 persen karena sektor industri yang rentan terhadap tarif mendukung indeks blue chip.

Di sisi lain, Ralph Lauren Corp turun 3,7 persen setelah perusahaan pakaian tersebut membukukan laba kuartalan yang termasuk penjualan di Amerika Utara yang mengecewakan.

Uber Technologies dan saingannya, Lyft Inc, berbalik arah ke zona hijau. Saham keduanya naik masing-masing 7,7 persen dan 4,9 persen.

Saham Uber kemudian menguat lagi 6,4 persen pada perdagangan after-hours setelah agen tenaga kerja AS menyimpulkan bahwa driver perusahaan adalah kontraktor independen, bukan karyawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top