Garuda Indonesia (GIAA) Siap Tangkap Momentum Lebaran

Momen mudik pada Hari Raya Idulfitri menjadi salah satu yang hari yang ditunggu-tunggu, termasuk bagi para emiten maskapai penerbangan yang bersiap untuk memoles kinerjanya pada kuartal II/2019 dengan adanya momen tersebut. Salah satunya adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 15 Mei 2019  |  16:01 WIB
Garuda Indonesia (GIAA) Siap Tangkap Momentum Lebaran
Manajemen Garuda Indonesia saat menggelar paparan publik di Hanggar 4 Garuda Maintenance Facility Aero Asia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (8/5/2019) - Bisnis/Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA — Momen mudik pada Hari Raya Idulfitri menjadi salah satu yang hari yang ditunggu-tunggu, termasuk bagi para emiten maskapai penerbangan yang bersiap untuk memoles kinerjanya pada kuartal II/2019 dengan adanya momen tersebut. Salah satunya adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 

Setelah melewati musim sepi wisatawan atau low season pada kuartal I/2019, emiten maskapai penerbangan menyebut momentum Lebaran dan liburan sekolah dapat berkontribusi baik untuk kinerja perseroan pada periodekuartal kedua.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. memprediksi selama periode Hari Raya Idulfitri dan liburan sekolah jumlah penerbangan perseroan akan meningkat hingga 2%—3%.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah menjelaskan bahwa pada hari biasa, Garuda Indonesia melayani sebanyak 600 penerbangan, akan tetapi pada periode Lebaran dan liburan sekolah meningkat 12 penerbangan.

“Kalau 2%—3% itu kecil, karena kan tidak semua rute juga. Kan kalau mudik hanya Yogyakarta, Surabaya, Solo, Semarang, Padang. Libur sama mudik kan itu-itu aja orangnya,” ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (14/5/2019).

Di sisi lain, Pikri menjelaskan bahwa peningkatan yang cukup signifikan terjadi pada lini bisnis pengiriman barang. Menurutnya, sejak sebelum Ramadan, intensitas pengiriman barang yang dilakukan emiten berode saham GIAA tersebut telah meningkat sekitar 1.200 ton sehari.

“Lagi panen-panennya sekarang, pertumbuhannya 30% hingga Lebaran nanti,” jelasnya.

Pada kuartal I/2019, GIAA mengantongi pendapatan senilai US$924,93 juta, meningkat 11,64% dibandingkan tahun sebelumnya US$828,49 juta. Selain itu, GIAA mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$20,48 juta pada kuartal I/2019 dari tahun sebelumnya yang mencatatkan rugi US$65,34 juta.

Pikri menyebut capaian sepanjang kuartal I/2019 lebih baik dibandingkan dengan capaian perseroan selama 5 tahun kebelakang. Pada tahun ini, gelaran Pemilihan Umum berkontribusi baik terhadap kinerja perseroan selama low season.

“Karena Pemilu kemarin kebutuhan orang berpergian, angkutan kargo barang juga meningkat bagus,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top