Bursa Asia Terpuruk, Investor Cemaskan Perang Dagang AS-China

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang turun 1,1 persen pada Selasa sore. Indeks sebelumnya telah jatuh sebanyak 1,25 persen ke level terendah sejak 30 Januari.
Aprianto Cahyo Nugroho | 14 Mei 2019 15:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Ketegangan terbaru dalam perang tarif AS-China menekan bursa saham Asia pada perdagangan Selasa (14/5/2019), namun komentar dari Presiden AS Donald Trump bahwa ia berharap negosiasi akan berhasil meredakan sejumlah kekhawatiran.

Pasar saham China yang terpukul dalam perdagangan awal terus berfluktuasi sepanjang perdagangan di tengah tanda-tanda dukungan pemerintah, tetapi akhirnya ditutup melemah hari ini.

Senin (13/5) malam, Trump mengatakan pembicaraan perdagangan dengan China "akan sangat sukses". Pernytaaan tersebut membantu mengangkat bursa saham berjangka AS yang telah melemah, meskipun sentimen tetap rapuh.

China pada hari Senin mengumumkan akan mengenakan tarif yang lebih tinggi pada barang-barang AS senilai US$60 miliar setelah keputusan Washington pekan lalu untuk menaikkan tarif impor barang China senilai US$200 miliar.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang turun 1,1 persen pada Selasa sore. Indeks sebelumnya telah jatuh sebanyak 1,25 persen ke level terendah sejak 30 Januari.

Prakash Sakpal, ekonom Asia di ING di Singapura, mengatakan volatilitas saat ini menunjukkan bagaimana perubahan 180 derajat dalam retorika AS pada negosiasi perdagangan telah menakuti pasar.

"Kami tidak melihat akhir yang cepat dari keadaan pasar ini sampai kami melihat beberapa resolusi, dialog konstruktif, dan sesuatu yang sangat solid pada kesepakatan. Tetapi harapan hal tersebut terwujud agak salah tempat saat ini," katanya, seperti dikutip Reuters.

Pasar saham Asia terseret ke zona merah dengan merosotnya saham China. Indeks MSCI China turun 1,8 persen, sedangkan indeks CSI300 ditutup melemah 0,6 persen.

"Politisi mungkin tidak mau terlalu fokus pada dampak pasar sampai keadaan menjadi lebih parah, sehingga menimbulkan keraguan akan ada resolusi awal untuk negosiasi saat ini hanya berdasarkan pergerakan pasar," kata Kerry Craig, analis pasar global di JP Morgan Asset Management.

Bursa saham Australia berakhir turun 0,9 persen sementara indeks saham Nikkei 225 Jepang ditutup melemah 0,6 persen setelah menyentuh level terendah sejak pertengahan Februari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top