China Balas AS, IHSG Tersungkur ke Kisaran Level 6.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin tertekan dan tersungkur menghampiri kisaran level 6.000 pada awal perdagangan hari ini, Selasa (14/5/2019), di tengah gejolak sentimen global.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Mei 2019  |  09:44 WIB
China Balas AS, IHSG Tersungkur ke Kisaran Level 6.000
Pengunjung menggunakan smartphone di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin tertekan dan tersungkur menghampiri kisaran level 6.000 pada awal perdagangan hari ini, Selasa (14/5/2019), di tengah gejolak sentimen global.

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG terpantau melorot 1,11 persen atau 67,91 poin ke level 6.067,49 pada pukul 09.18 WIB, setelah dibuka dengan pelemahan 0,88 persen atau 53,99 poin di level 6.081,4.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.033,62 – 6.083,02. Adapun pada perdagangan Senin (13/5), IHSG ditutup merosot 1,19 persen atau 73,72 poin di level 6.135,40.

Seluruh sembilan sektor bergerak di zona merah pagi ini, dipimpin sektor barang konsumsi (-1,39 persen), industri dasar (-1,34 persen), dan properti (-1,28 persen).

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing turun 1,87 persen dan 2,20 persen menjadi penekan utama melorotnya IHSG.

Pergerakan IHSG diprediksi masih akan melemah pada perdagangan hari ini, seiring dengan kembali memanasnya hubungan dagang antara AS dan China.

Pemerintah China mengumumkan rencana untuk menetapkan tarif tambahan terhadap produk impor Amerika Serikat, sebagai bentuk balasan atas kenaikan tarif yang dilakukan sebelumnya oleh Presiden AS Donald Trump.

Tarif atas impor AS senilai US$60 miliar mulai berlaku pada 1 Juni 2019. Tarif tersebut akan dikenakan pada produk impor AS yang tercantum pada daftar tarif balasan sebelumnya, yang dirilis pada 2018.

Sebelumnya, menutup perdagangan Senin (13/5/2019), IHSG melemah 1,19% ke level 6.135, mengikuti pergerakan bursa saham di seluruh kawasan Asia akibat tertekan eskalasi perang dagang AS-China yang memicu aksi jual.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menilai, pergerakan indeks masih akan dipengaruhi oleh sentimen global terutama dampak dari pengenaan tarif balasan China kepada AS.

"Candlestick membentuk longblack body mengindikasikan tren pelemahan masih akan berlanjut," kata Dennies dalam riset hariannya, Selasa (14/5/2019).

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah lanjut melemah 32 poin atau 0,22 persen ke level Rp14.455 per dolar AS, setelah ditutup melemah 96 poin atau 0,67 persen di posisi 14.423 pada Senin (13/5).

Sementara itu, indeks Bisnis-27 lanjut melemah 1,18 persen atau 6,31 poin ke level 529,78, setelah berakhir merosot 1,03 persen atau 5,59 poin di posisi 536,09 kemarin.

Indeks saham lainnya di Asia turut terkapar di zona merah pagi ini, di antaranya indeks FTSE Straits Times Singapura (-1,01 persen), indeks FTSE Malay KLCI (-0,79 persen), dan indeks PSEi Filipina (-1,60 persen).

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing melemah 0,89 persen dan 0,79 persen, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China turun 0,37 persen dan 0,30 persen masing-masing pada pukul 09.03 WIB.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top