Transaksi Broker April Melonjak Ditopang Sentimen Pilpres

Transaksi broker sepanjang bulan lalu melonjak dibandingkan bulan sebelumnya seiring perhelatan Pemilihan Presiden yang berjalan aman dan damai.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 12 Mei 2019  |  15:59 WIB
Transaksi Broker April Melonjak Ditopang Sentimen Pilpres
Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019)./ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA—Transaksi broker sepanjang bulan lalu melonjak dibandingkan bulan sebelumnya seiring perhelatan Pemilihan Presiden yang berjalan aman dan damai.

Selain itu, transaksi skema crossing saham dari MUFG Bank Ltd. terhadap dua perbankan nasional turut menjadi penyemarak transaksi perdagangan efek sepanjang April.

Berdasarkan data Bloomberg, total transaksi broker selama April tercatat Rp460,42 triliun atau naik 31,30 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang senilai Rp350,66 triliun. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, gross value perusahaan sekuritas mengalami kenaikan 58,21 persen.

PT Mandiri Sekuritas tetap menempati posisi sebagai broker yang paling aktif bertransaksi. Tercatat total transaksi yang dijalankan oleh perusahaan efek pelat merah itu sebesar Rp119,97 triliun, jauh di atas perusahaan efek lainnya yang hanya mencatatkan total transaksi di kisaran belasan triliun. (lihat tabel)

 Data Transaksi Broker April 2019

No

Perusahaan Sekuritas

Gross Value (Rp Triliun)

1

Mandiri Sekuritas

119,97

2

Morgan Stanley Indonesia

16,88

3

CIMB Securities Indonesia

15,73

4

UBS Securities Indonesia

15,14

5

Indo Premier Securities

14,07

6

Mirae Asset Sekuritas

13,79

7

Macquarie Capital Securities

13,79

8

Deutsche Securities Indonesia

12,97

9

Credit Suisse Securities

12,88

10

CLSA Indonesia

12,80

Sumber: Bloomberg

Janson Nasrial, Senior Vice President Royal Investium Sekuritas menilai, kenaikan transaksi efek pada April tertopang oleh transaksi yang dilakukan investor sejak awal bulan hingga 15 April 2019.

Janson mengungkapkan, investor lokal maupun investor asing telah memasang posisi untuk saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) dan blue chip selama periode tersebut.

“Awal April sampai pertengahan April, [invsetor] asing posisinya net buy karena sepertinya market ekspektasi petahana yang akan memenangkan Pemilu,” kata Janson kepada Bisnis.

Janson melanjutkan, pelaku pasar memang memiliki kecenderungan lebih menyukai petahana meneruskan masa jabatannya selama 5 tahun ke depan. Pasalnya, dengan demikian beberapa kebijakan ekonomi dan industri tidak akan terlalu banyak berubah.

Adapun sektor-sektor yang banyak diincar pada bulan lalu adalah perbankan, kontruksi, semen, dan telekomunikasi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp1,42 triliun selama perdagangan Kamis (18/4/2019), atau sehari setelah perhelatan pesta demokrasi. 

Senada, Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menjelaskan bahwa pelaku pasar memang merespons positif hasil sementara Pilpres 2019. Hal itu tercermin dalam kenaikan indeks harga saham gabungan yang bergerak menguat beberapa hari pascapemilu.

“[Selain itu], ada transaksi di Bank Danamon juga [yang menaikkan nilai transaksi broker bulan lalu],” imbuh Hans.

Pada akhir bulan lalu, MUFG Bank Ltd. kembali meningkatkan kepemilikannya di Bank Danamon Indonesia dan Bank Nusantara Parahyangan lewat transaksi tunai senilai total Rp49,6 triliun.

Transaksi tersebut dilakukan dengan skema crossing saham, MUFG menambah kepemilikan saham di Bank Danamon (BDMN) menjadi 94 persen dan di Bank Nusantara Parahyangan (BBNP) menjadi 99,9 persen.

LEBIH BERAT

Baik Janson maupun Hans berpendapat bahwa total transaksi broker pada Mei akan sulit menyamai perolehan pada bulan lalu. Pasalnya, secara historis transaksi broker pada bulan puasa biasanya memang berkurang.

Belum lagi, faktor eksternal seperti kekhawatiran berlanjutnya perang dagang antara AS dan China yang mulai kembali ke permukaan akan membuat investor khawatir.

“Sepertinya berat [untuk transaksi broker menyamai perolehan pada April]. Disamping faktor puasa, faktor eksternal seperti perundingan dagang AS—China yang tidak mulus membuat IHSG jatuh,” tutur Janson.

Pada saat bersamaan, lanjut Janson, investor lokal pun tampaknya tidak akan seagresif bulan lalu karena masih wait and see menjelang pengumuman hasil Pilpres dari KPU pada 22 Mei 2019.

Hans menambahkan, transaksi broker pada bulan ini tampak cenderung melemah karena pelaku pasar akan sedikit berhati-hati melihat pergerakan indeks yang agak terkoreksi.

 “Mungkin tidak akan terlalu naik kencang pasarnya, transaksi mungkin agak sedikit turun. Apalagi biasanya bulan puasa itu transaksi turun sedikit kendati market-nya cenderung positif,” kata Hans.

Sementara Janson memperkirakan pasar bakal semarak lagi setelah pengumuman KPU pada 22 Mei 2019, Hans menilai transaksi broker berpotensi naik lagi pada bulan depan.

“Bulan depan kita lebih menantikan mudah-mudahan pasar cukup positif, kalau perang dagang berakhir dengan baik sehingga [IHSG] bisa rebound lagi,” ujar Hans.

Sebelumnya, Head of Research Institusi MNC Sekuritas Thendra Crisnanda mengatakan saat ini telah terjadi kebingungan di pasar terkait hasil perundingan dagang antara AS dan China.

Akhir pekan ini, Negeri Paman Sam memberlakukan kenaikan tarif terhadap produk impor asal China yang senilai US$200 miliar menjadi 25 persen dari sebelumnya 10 persen kendati perundingan tengah berlangsung. Hal itu pun membawa ketidakpastian mengenai keberlanjutan perang dagang antara dua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut.

“Kami memiliki pandangan bahwa pasar saat ini telah ‘mulai terbiasa’ dengan keputusan Trump yang tidak dapat diprediksi, diyakini ke depan malah akan terdapat negosiasi balik yang mungkin akan dilakukan oleh AS kepada China, pasca keputusan yang akan nanti diambil oleh China pasca pertemuan hari ini,” jelas Thendra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa efek indonesia

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top