Tinggalkan Sentimen Tarif 25 Persen, IHSG Kembali Tembus 6.200

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari pelemahannya sekaligus kembali menembus level 6.200 pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (10/5/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 10 Mei 2019  |  17:47 WIB
Tinggalkan Sentimen Tarif 25 Persen, IHSG Kembali Tembus 6.200
Karyawati bearktivitas di samping papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (27/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari pelemahannya sekaligus kembali menembus level 6.200 pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (10/5/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menanjak 0,17 persen atau 10,31 poin di level 6.209,12 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (9/5), IHSG berakhir melorot 1,14 persen atau 71,40 poin di level 6.198,8, penurunan hari kedua berturut-turut sekaligus level penutupan terendah sejak 2 Januari.

Indeks mulai bangkit dari pelemahannya itu dengan dibuka naik tipis 0,07 persen atau 4,30 poin di level 6.203,1 pagi tadi. Namun tak berapa lama kemudian pergerakannya berbalik ke zona merah dan melemah hingga ke kisaran level 6.150.

Menjelang akhir perdagangan, indeks berhasil kembali menghimpun staminanya hingga ditutup di zona hijau. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 6.149,22 – 6.232,66.

Tujuh dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin properti (+0,90 persen) dan industri dasar (+0,49 persen). Adapun sektor pertanian dan finansial masing turun 0,38 persen dan 0,20 persen.

Dari 631 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 212 saham menguat, 183 saham melemah, dan 236 saham stagnan.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) yang masing-masing naik 2,67 persen dan 2,31 persen menjadi pendorong utama kenaikan IHSG.

Di sisi lain, indeks Bisnis-27 melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ketiga beruntun dengan berakhir turun tipis 0,07 persen atau 0,39 poin di level 541,68.

Bank Indonesia melaporkan defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal I/2019 membaik menjadi 2,6 persen dari PDB atau US$7 miliar dari 3,6 persen pada kuartal IV/2018.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menuturkan perbaikan ini akan menopang ketahanan sektor eksternal perekonomian Indonesia.

“Penurunan defisit neraca transaksi berjalan terutama didukung oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang sejalan dengan peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas dan perbaikan defisit neraca perdagangan migas,” tutur Onny, Jumat (10/5).

Bersama IHSG, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun rebound dan ditutup menguat 33 poin atau 0,23 persen di level Rp14.327 per dolar AS, setelah terdepresiasi dua hari sebelumnya.

Meski demikian, aksi jual bersih oleh investor asing masih berlanjut. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp897,66 miliar pada perdagangan hari ini.

Indeks saham lainnya di Asia mayoritas juga mampu ditutup positif, di antaranya indeks Straits Times Singapura (+0,12 persen), indeks SE Thailand (+0,11 persen), dan indeks Hang Seng Hong Kong (+0,84 persen).

Di China, dua indeks saham acuannya Shanghai Composite dan CSI 300, bahkan melonjak dengan kenaikan tajam lebih dari 3 persen, masing-masing sebesar 3,10 persen dan 3,63 persen.

Pasar saham global berhasil naik pada perdagangan sore ini, didorong ekspektasi kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China, terlepas dari kenaikan tarif yang dilancarkan pemerintah AS untuk China.

Berdasarkan data Reuters, bursa Eropa bangkit dari level terendahnya dalam enam pekan. Indeks DAX Jerman yang sensitif terhadap isu perdagangan mendorong reboundnya dengan kenaikan sebesar 1 persen.

Adapun indeks MSCI All Country World, yang melacak pergerakan saham di 47 negara, naik 0,2 persen setelah dimulainya perdagangan di Eropa.

Pada Jumat (10/5) pukul 12.01 malam waktu Washington, ancaman itupun resmi diberlakukan. Sementara itu, tim negosiasi AS dan China, yang telah mengadakan perundingan perdagangan pada Kamis (9/5), dijadwalkan bertemu kembali pada Jumat (10/5) pagi di Washington.

Kedua belah pihak tetap berupaya menyelamatkan kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia ini.

Hal tersebut telah mendorong sebagian investor untuk berpegang teguh pada keyakinan mereka bahwa pemerintah AS dapat mencabut tarif baru itu setelah kesepakatan tercapai.

“Dalam jangka pendek, intensifikasi baru ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China dapat memicu volatilitas lebih lanjut dan mengarah pada penurunan sementara,” terang analis di Credit Suisse.

“Namun, kami melihat perkembangan terakhir saat Amerika Serikat memperkuat posisi negosiasi untuk mencapai kesepakatan yang lebih baik,” lanjutnya.

Indeks MSCI Asia Pacific selain Jepang, yang turun lebih dari 1 persen pada awal perdagangan hari ini, mampu naik 0,3 persen kemudian.  

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

Kenaikan (persen)

UNVR

+2,67

TPIA

+2,31

ICBP

+1,55

SMGR

+2,29

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

Penurunan (persen)

HMSP

-1,13

BBCA

-0,36

GGRM

-0,86

BMRI

-0,33

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, perang dagang AS vs China

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top