Hari Pertama Melantai di Bursa, Saham Bliss Properti (POSA) Naik 69,33 Persen di Awal Dagang

Kinerja saham emiten baru, PT Bliss Properti Indonesia Tbk. (POSA) naik 69,33% menuju level Rp254 per saham di awal perdagangan, Jumat (10/5/2019).
Novita Sari Simamora | 10 Mei 2019 10:42 WIB
PT Bliss Properti Indonesia Tbk. (POSA) menjadi emiten ke-11 yang melantai pada 2019. Pada hari pembukaan pencatatan perdana, Jumat (10/5/2019), saham POSA diperdagangkan dengan frekuensi 539 kali, volume 7091 saham dengan nilai Rp179,35 juta. - Bisnis/Novita Sari Simamora

Bisnis.com, JAKARTA -- Kinerja saham emiten baru, PT Bliss Properti Indonesia Tbk. (POSA) naik 69,33% menuju level Rp254 per saham di awal perdagangan, Jumat (10/5/2019).

POSA menjadi emiten ke-11 yang melantai pada 2019. Adapun harga penawaran perdana POSA senilai Rp150 per saham. Pada hari pembukaan pencatatan perdana, Jumat (10/5/2019), saham POSA diperdagangkan dengan frekuensi 539 kali, volume 7091 saham dengan nilai Rp179,35 juta.

Direktur Penilaian Perusahaan, I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan, POSA menjadi emiten ke-11 yang melantai pada tahun ini. Dia mengungkapkan, gaya hidup masyarakat saat ini telah berubah dan dibutuhkan solusi yang tepat untuk menghadapi tantangan dan perubahan.

"Perusahaan tercatat membutuhkan strategi dan manajemen yang baik. Dengan menjadi peruaahaan tercatat, maka akan meningkatkan reputasi hingga pertumbuhan," ungkapnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (10/5/2019).

Sebagai informasi, Bliss Properti Indonesia melepas 20,26% atau setara 1,7 miliar saham kepada publik. POSA menerbitkan sebanyak-banyaknya 34,31% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh atau 2,29 miliar waran seri I yang menyertai saham baru.

Perseroan berencana menggunakan dana sebesar 79% untuk modal kerja perseroan dan perusahaan anak yang antara lain untuk pembiayaan operasional pusat perbelanjaan, perawatan gedung dan peralatan hingga pelaksanaan kewajiban kepada supplier dan vendor dan 21% untuk belanja modal. Belanja modal itu akan digunakan untuk penyelesaian Jambi City Center dan untuk renovasi Lombok City Center.

Sementara itu, dana yang diperoleh waran I akan digunakan untuk pembiayaan operasional pusat perbelanjaan, perawatan gedung dan peralatan, dan atau membayar kewajiban kehubungan dengan kegiatan usaha perseroan dan perusahaan anak seperti kewajiban kepada supplier dan vendor.

Saat IPO, POSA menggunakan laporan keuangan Oktober 2018. Adapun, pendapatan usaha yang dimiliki perseroan perOktober 2018 Rp58,17 miliar, turun 21,69% dari posisi Rp74,29 miliar pada Oktober 2017.

Rugi tahun berjalan dapat diatribusikan pada Oktober 2018 senilai Rp268,54 miliar, membengkak dari rugi per Oktober 2017 senilai Rp65,66 miliar. Hingga Oktober 2018, saldo kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan mengalami surplus sebsar Rp105,08 miliar yang terutama diperoleh dari penerimaan setoran modal dari pemegang saham sebesar Rp371,64 miliar dan dari penerimaan utang bank jangka panjang senilai Rp41,01 miliar. 

Adapun penjamin pelaksana emisi efek Bliss Properti Indonesia adalah NH Korindo Sekuritas Indonesia. Sebagai informasi, Bliss Properti Indonesia mengelola pusat perbelanjaan di Kota Ambon yakni Ambon City Center dan juga pusat perbelanjaan melalui anak perusahaan di Kota Ponorogo, Lombok, Tanjung Pinang dan Jambi.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo, kinerja emiten, emiten properti

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup