Pertama Kali Sejak November 2018, Bitcoin Tembus di Atas US$6.000

Reli penguatan Bitcoin selama sembilan hari berturut-turut mendorong mata uang kripto ini kembali di atas level US$6.000.
Aprianto Cahyo Nugroho | 09 Mei 2019 16:43 WIB
Bitcoin turun - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Reli penguatan Bitcoin selama sembilan hari berturut-turut mendorong mata uang kripto ini kembali di atas level US$6.000.

Mata uang kripto terbesar ini mengungguli mata uang lain di pasar digital pada hari Kamis (9/5/2019) dan saat ini telah rebound lebih dari 90% dari level terendah pada Desember 2018 lalu.

Ini adalah tonggak sejarah terbaru saat perjalanan liar berlanjut untuk mata uang digital yang telah berusia satu dekade ini. Bitcoin mulai anjlok dari level tertinggi sepanjang masa pada level US$19.000 sejak awal tahun 2018.

"Satu-satunya penyimpan nilai di pasar digital saat ini adalah Bitcoin," kata Michael Novogratz, co-founder dan chief executive di Galaxy Investment Partners LLC, seperti dikutip Bloomberg.

Bitcoin menguat 2,7 persen ke posisi US$6.060 pada pukul 9.43 pagi waktu London, menurut indeks harga pantauan Bloomberg. Adapun MVIS CryptoCompare Digital Asset yang terdiri dari 10 mata uang kripto terbesar naik 1,1 persen, setelah jatuh sehari sebelumnya.

Penguatan beruntun sembilan hari Bitcoin adalah yang terlama sejak Mei 2017. Penguatan ini mengabaikan aksi jual singkat pada Rabu setelah Binance, yang merupakan salah satu pertukaran cryptocurrency terbesar di dunia, mengatakan peretas menarik 7.000 Bitcoin senilai sekitar US$40 juta pada saat itu.

Keamanan tetap menjadi salah satu hambatan utama untuk adopsi utama cryptocurrency, mengingat sejarah peretasan yang pernah terjadi.

Pada pertemuan hari Selasa di Chicago, beberapa pedagang terbesar termasuk unit usaha cryptocurrency Cumberland dari DRW Holdings Inc. dan Galaxy Digital Holdings dari Novogratz membahas membuat daftar hitam rekanan yang diketahui mengingkari perdagangan atau terlibat dalam kegiatan jahat.

"Profil teknis jangka panjang Bitcoin terus menunjukkan siklus baru," kata analis teknikal Fundstrat Global Advisors LLC, Rob Sluymer, Rabu (8/5).

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bitcoin, cryptocurrency

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup