Harga Batu Bara Newcastle Berhasil Lanjutkan Penguatan

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Mei 2019 ditutup menguat 0,23 persen atau 0,20 poin di level US$87,20 per metrik ton dari level penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  08:15 WIB
Harga Batu Bara Newcastle Berhasil Lanjutkan Penguatan
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (7/3/2018). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara di bursa Newcastle melanjutkan penguatannya di hari kedua pada akhir perdagangan kemarin, Rabu (8/5/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Mei 2019 ditutup menguat 0,23 persen atau 0,20 poin di level US$87,20 per metrik ton dari level penutupan sebelumnya.

Harga batu bara melanjutkan penguatan setelah pada perdagangan Selasa (7/5/2019) ditutup menguat 0,06 persen atau 0,05 poin ke level US$87,00 per metrik ton.

Sementara itu di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak Juni 2019 ikut ditutup menguat 1,61 persen atau 1 poin ke level US$63,30 per metrik ton pada perdagangan Rabu (8/5).

Sejalan dengan harga batu bara, harga minyak mentah berhasil mencetak kenaikan terbesar dalam lebih dari dua pekan pada akhir perdagangan Rabu, menyusul laporan turunnya suplai minyak di AS.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juni 2019 ditutup menguat 1,2 persen atau 72 sen di level US$62,12 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli 2019 berakhir naik 49 sen di level US$70,37 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium sebesar US$8,15 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Badan energi AS, Energy Information Administration (EIA), melaporkan persediaan minyak mentah domestik menyusut hampir 4 juta barel pekan lalu, berbanding terbalik dengan perkiraan untuk kenaikan.

Sementara itu, impor dari Arab Saudi merosot ke level terendahnya sepanjang masa, karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitranya terus membatasi output.

Harga minyak pun bangkit dari pelemahan sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (7/5), harga minyak mentah merosot ke level terendahnya dalam lima pekan setelah Presiden Donald Trump meningkatkan ketegangan perdagangan dengan China dengan ancaman tarif baru.

Namun pasokan global juga berada di bawah tekanan, dengan ekspor Rusia tergelincir karena masalah kontaminasi, kemudian Iran dan Venezuela menghadapi sanksi Amerika.

“Ada semacam penghindaran aset berisiko dari pasar dengan cuitan Trump dan dampaknya pada perdagangan,” ujar Nick Holmes, dari Tortoise. “Jadi rasanya bagus melihat gambaran fundamental di sisi minyak mentah.”

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Mei 2019 di bursa Newcastle
TanggalUS$/MT

8 Mei

87,20

(+0,23 persen)

7 Mei

87,00

(+0,06 persen)

6 Mei

86,95

(-0,74 persen)

3 Mei

87,60

(+0,46 persen)

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara, harga batu bara

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top