IHSG Terjungkal dari Level 6.200, Apa Saja Saham Penekannya?

Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut hingga terjungkal ke kisaran level 6.190 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (9/5/2019), level penutupan terendah sejak 2 Januari.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  17:35 WIB
IHSG Terjungkal dari Level 6.200, Apa Saja Saham Penekannya?
Pengunjung menggunakan smartphone di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut hingga terjungkal ke kisaran level 6.190 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (9/5/2019), level penutupan terendah sejak 2 Januari.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 1,14 persen atau 71,40 poin di level 6.198,8 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Rabu (8/5), masih menyentuh level 6.270,2 meski dengan penurunan 0,43 persen atau 27,12 poin.

Indeks mulai melanjutkan pelemahannya dengan dibuka turun 0,45 persen atau 28,02 poin di level 6.242,18 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.195,39 – 6.259,63.

Delapan dari sembilan sektor berakhir di wilayah negatif, dipimpin industri dasar (-2,93 persen) dan aneka industri (-2,54 persen). Hanya sektor barang konsumsi yang mampu mengakhiri pergerakannya di zona hijau yakni dengan kenaikan 0,61 persen.

Dari 631 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 119 saham menguat, 304 saham melemah, dan 208 saham stagnan.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing turun 3,91 persen dan 2,37 persen menjadi penekan utama pergerakan IHSG.

Bersama IHSG, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 65 poin atau 0,45 persen di level Rp14.360 per dolar AS, setelah berakhir terdepresiasi 15 poin di posisi 14.295 pada Rabu (8/5).

Aksi jual bersih oleh investor asing pun berlanjut. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp1,48 triliun pada perdagangan hari ini.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup melemah 1,15 persen atau 6,29 poin di level 542,07, setelah turun 0,59 persen atau 3,26 poin dan berakhir di posisi 548,36 pada Rabu (8/5).

“Kami lihat sentimen regional secara keseluruhan adalah negatif untuk IHSG hari ini,” papar tim Kresna Sekuritas.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) kemarin mengumumkan cadangan devisa April 2019 sebesar US$124,3 miliar, turun dibandingkan posisi Maret sebesar US$124,5 miliar. 

Sementara itu, bursa saham emerging market (pasar negara berkembang) merosot ke level terendahnya dalam dua bulan pada perdagangan sore ini.

Pelemahan bursa emerging market seiring dengan menyurutnya harapan untuk kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Mata uang negara berkembang juga melemah.

Pada Rabu (8/5/2019), Presiden AS Donald Trump mengatakan China "melanggar kesepakatan" yang telah dicapai dalam perundingan perdagangan dengan AS.

Komentarnya itu dilancarkan hanya sehari menjelang putaran baru perundingan perdagangan dengan China pekan ini. Agenda itu sendiri sudah dibayangi oleh rencana kenaikan tarif oleh pemerintah AS dan ancaman pembalasan oleh China.

Pemerintah AS telah menyatakan akan menaikkan tarif menjadi 25 persen dari 10 persen terhadap barang-barang asal China senilai US$200 miliar mulai Jumat (10/5) waktu setempat.

Langkah ini akan direalisasikan jika kedua negara tidak mencapai kesepakatan perdagangan ataupun perjanjian untuk menunda kenaikan tarif. Di sisi lain, pemerintah China menyatakan akan mengambil tindakan balasan jika pemerintah AS menindaklanjuti langkah tersebut.

“Pasar masih sangat berhati-hati apakah perkembangan perdagangan pekan ini hanya taktik keras dari Trump atau awal dari ancaman otentik terhadap narasi pertumbuhan global,” terang Stephen Innes, kepala strategi perdagangan dan pasar di SPI Asset Management, dalam sebuah riset.

Indeks saham lainnya di Asia ikut memerah, di antaranya indeks Straits Times Singapura (-0,43 persen), indeks Nikkei 225 Jepang (-0,93 persen), dan indeks indeks FTSE Malay KLCI (-0,92 persen).

Indeks Kospi Korea Selatan bahkan terjungkal lebih dari 3 persen. Nilai tukar won Korsel yang sensitif terhadap isu perdagangan menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terbesar pada perdagangan hari ini.

Di China, dua indeks saham acuannya Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing berakhir melorot 1,48 persen dan 1,85 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong ditutup anjlok 2,39 persen.

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

Penurunan (persen)

UNVR

-3,91

BBRI

-2,37

ASII

-3,38

TLKM

-2,56

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

Kenaikan (persen)

HMSP

+5,65

MEGA

+10,36

GGRM

+2,47

BDMN

+4,85

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, bursa saham

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top