Mulai Menghijau, Harga CPO Berpotensi Menuju 2.034 Ringgit per Ton

Harga minyak kelapa sawit naik lebih dari 1% pada perdagangan hari ini, Selasa (7/5/2019). Hal ini menandai pulihnya harga crude palm oil dari level terendah dalam 5 bulan terakhir.
Dika Irawan | 07 Mei 2019 15:55 WIB
Tandan buah segar - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak kelapa sawit naik lebih dari 1% pada perdagangan hari ini, Selasa (7/5/2019). Hal ini menandai pulihnya harga crude palm oil dari level terendah dalam 5 bulan terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 13.30 WIB, harga CPO di Bursa Derivatif Malaysia menguat 1,61% atau 32,00 poin ke level 2.016 ringgit per ton.

Wang Tao, Analis Pasar Reuters untuk komoditas dan energi mengatakan bahwa secara teknikal harga minyak kelapa sawit telah menemukan level support, yakni pada 1.90-1967 ringgit per ton. “Kemungkinan akan melambung menuju level 2.034 ringgit per ton,” katanya dikutip dari Bloomberg, Selasa (7/5/2019).

Seorang trader di Kuala Lumpur mengatakan, harga sawit mengalami beberapa koreksi hari ini. Selain itu, minyak kedelai juga telah pulih dari beberapa kerugian besar.  “Namun perang perdagangan AS dan China merupakan bearish bagi harga kedelai secara keseluruhan,” katanya.

Trader lain mengatakan, keuntungan pada harga olein sawit dan minyak kedelai di Dalian Commodity Exchange China juga ikut memberikan penguatan pada harga sawit di Kuala Lumpur.

Untuk diketahui, harga minyak kelapa sawit jatuh ke level terendah pada Senin (6/5/2019), karena ancaman Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan tarif impor China.

Sementara itu, kontrak minyak kedelai di Dalian Commodity Exchange naik 0,4% dan kontrak minyak sawit diperdagangkan stabil. 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
minyak sawit, harga cpo

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup