Deutsche Bank: Won akan terus Melemah hingga Level 1.200

Pelemahan nilai tukar won Korea Selatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan terus berlanjut di tengah kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi Negeri Ginseng.
Deutsche Bank: Won akan terus Melemah hingga Level 1.200 Renat Sofie Andriani | 02 Mei 2019 14:58 WIB
Deutsche Bank: Won akan terus Melemah hingga Level 1.200
Petugas melayani penukaran uang dolar Amerika di salah satu gerai penukaran valuta asing, Jakarta, Jumat (1/3/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan nilai tukar won Korea Selatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan terus berlanjut di tengah kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi Negeri Ginseng.

Menurut Choi Kyungjin, Head of Fixed Income and Currencies dari Deutsche Bank AG, nilai tukar won, yang membukukan kinerja terburuk di Asia sepanjang tahun ini, mungkin akan terus melemah sampai menyentuh level 1.200 terhadap dolar AS.

Pelemahan won kemungkinan berlanjut lantaran terbebani kekhawatiran soal pertumbuhan dan ukuran anggaran tambahan.

“Dalam jangka pendek, sentimen pasar cukup buruk, tidak ada kepercayaan pada ekonomi,” terang Choi dalam sebuah wawancara, sebagaimana diberitakan Bloomberg.

“Pasar harus menunggu industri semikonduktor untuk rebound, sedangkan sektor mobil dan pembangunan kapal tetap lamban,” tambahnya.

Spekulasi bahwa Bank Sentral Korea Selatan (Bank of Korea/BOK) akan memangkas suku bunga acuannya telah meningkat setelah data ekonomi yang dirilis pekan lalu menunjukkan penyusutan tak terduga pada kuartal pertama akibat penurunan ekspor dan lemahnya permintaan untuk semikonduktor.

Pada hari itu, nilai tukar won pun menembus level support utama dan telah memperpanjang pelemahannya dengan diperdagangkan di level terendahnya dalam lebih dari dua tahun.

“Para pedagang telah melakukan tawaran atas dolar AS terhadap won baru-baru ini tanpa resistensi kuat yang terlihat sampai level 1.200. Pihak otoritas, termasuk bank sentral dan kementerian keuangan, mungkin akan memberikan dukungan untuk mata uang Korea ini,” lanjut Choi.

Sepanjang April saja, nilai tukar won melemah 2,8 persen terhadap dolar AS. Won kemudian diperdagangkan di level 1.165,70 per dolar AS pada pukul 3.19 sore di Seoul pada perdagangan Kamis (2/5/2019).

Pemangkasan suku bunga, menurut Choi, bisa dilakukan pada awal Juli, meskipun BOK bisa saja menunggu sampai kuartal keempat untuk mencermati momentum pertumbuhan dengan lebih baik.

Sementara itu, pada Rabu (30/4/2019), Gubernur BOK Lee Ju-yeol menegaskan bahwa ekonomi diperkirakan akan membaik pada kuartal kedua, dan bahwa BOK tidak mempertimbangkan penurunan suku bunga untuk saat ini.

Pekan lalu, pemerintah Korsel mengumumkan rencana untuk anggaran tambahan senilai 6,7 triliun won (US$5,8 miliar).

“Kendati demikian, persetujuan oleh parlemen dapat tertunda. Ini bisa menjadi alasan lain bagi BOK untuk menurunkan suku bunga lebih cepat,” tambah Choi.

“Jika data ekonomi tidak menunjukkan peningkatan signifikan pada kuartal kedua, ada peluang yang lebih tinggi bagi BOK untuk melakukan pelonggaran [kebijakan] dalam tiga bulan berikutnya, suka atau tidak,” tandasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mata uang, korea selatan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top