Kurs Tengah Melemah, Mata Uang Asia Tertekan Data Manufaktur China

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (30/4/2019) di level Rp14.215 per dolar AS, melemah 27 poin atau 0,19 persen dari posisi Rp14.188 pada Senin (29/4/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 April 2019  |  11:58 WIB
Kurs Tengah Melemah, Mata Uang Asia Tertekan Data Manufaktur China
Mata uang Asia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (30/4/2019) di level Rp14.215 per dolar AS, melemah 27 poin atau 0,19 persen dari posisi Rp14.188 pada Senin (29/4/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.286 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.144 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 22 poin atau 0,15 persen ke level Rp14.230 per dolar AS pada pukul 11.18 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahannya terhadap dolar AS setelah berakhir terdepresiasi 9 poin atau 0,06 persen di level Rp14.208 per dolar AS pada perdagangan Senin (29/4).

Sebelum lanjut melemah, rupiah sempat berupaya bangkit dengan dibuka terapresiasi tipis 3 poin atau 0,02 persen di posisi 14.205. Sepanjang perdagangan pagi ini, kurs rupiah bergerak di kisaran Rp14.205-Rp14.235 per dolar AS.

Selain rupiah, mata uang di Asia mayoritas juga melemah terhadap dolar AS, dipimpin won Korea Selatan yang turun 0,45 persen.

Nilai tukar won melorot ke level terendahnya dalam dua tahun terhadap dolar AS pascarilis data manufaktur China yang mengecewakan serta lesunya laba Samsung Electronics yang membebani ekspor Korea Selatan.  

Baik survei bisnis resmi dan swasta menunjukkan pertumbuhan manufaktur China yang lebih lambat bulan ini. Hasil tersebut juga meruntuhkan ekspektasi pasar untuk angka yang stabil atau bahkan ekspansi yang lebih cepat.

Adapun laba bersih Samsung turun menjadi 5,11 triliun won (US$4,4 miliar) pada kuartal pertama tahun 2019. Angka ini lebih rendah dibandingkan estimasi rata-rata analis sebesar 5,7 triliun won yang dihimpun oleh Bloomberg.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, siang ini terpantau lanjut turun 0,032 poin atau 0,03 persen ke level 97,825 pada pukul 11.13 WIB, dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (29/4/2019), indeks dolar AS ditutup melemah 0,15 persen atau 0,149 poin di level 97,857. Indeks dolar mulai melanjutkan pelemahannya dengan dibuka turun tipis 0,01 persen atau 0,010 poin di posisi 97,847.

Sepanjang perdagangan hari ini, indeks dolar AS bergerak di level 97,808 – 97,879.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)
TanggalKurs

30 April

14.215

29 April

14.188

26 April

14.188

25 April

14.154

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mata uang asia, kurs tengah bi

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup