Minat IPO Bertambah, BEI Sebut 27 Calon Emiten Siap Melantai di Bursa

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 27 perusahaan dalam pipeline instansi tersebut yang akan segera melantai di bursa.
Anitana Widya Puspa | 29 April 2019 21:10 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Bursa Efek Indonesia menyatakan ada 27 perusahaan yang siap melantai di bursa hingga Agustus 2019, dari total target tahun ini yang sebanyak 75 emiten baru.

Pada awal April 2019, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan ada 21 calon emiten yang sudah masuk dalam pipeline.
 
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan dari periode ke periode, minat Initial Public Offering (IPO) menunjukkan tren pertumbuhan. Bahkan, lanjutnya, BEI mencatat ada 57 emiten yang melantai di bursa pada 2018, sebuah rekor tersendiri.

Namun, secara global, jumlah perusahaan terbuka di Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain. Saat ini, ada 629 emiten di Indonesia, masih jauh di bawah India yang mencapai 5.000 emiten.
 
“Tahun lalu, 619 emiten dan kini sudah 629 emiten. Masih ada 27 pipeline melantai di bursa. Kami diamanatkan untuk membuka kesempatan dan membantu perusahaan lainnya yang berniat untuk mencatatkan diri. Selanjutnya, kami mengharapkan akan ada kebijakan yang memberikan angin segar,” papar Nyoman, Senin (29/4/2019).
 
Head of Listing and Services Development BEI Saptono Adi Junarsi menilai selama 2 tahun terakhir, ada kecenderungan bahwa perusahaan yang akan IPO tak menunggu hingga perusahaannya mencapai skala yang lebih besar. Selain itu, banyak emiten yang telah tercatat di bursa mendorong anak usahanya untuk ikut menjadi perusahaan publik. 

Perusahaan di industri non konvensional juga disebut mulai ikut menyemarakkan bursa, seperti klub sepak bola Bali United. BEI pun mengharapakan ke depannya lebih banyak perusahaan di bidang kreatif dan non konvensional bisa memilih bursa sebagai salah satu alternatif pendanaan.
 
“Penyebarannya lebih merata dari industrinya dan sektornya. Terkait perusahaan, macamnya agak lebih merata dan industrinya tidak lagi hanya yang konvensional. Jadi sebenarnya everyone could IPO bukan hanya Air Asia yang everyone could fly,” jelasnya.
 
Saat ini, ungkap Saptono, BEI bersama Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menggodok insentif lanjutan untuk bisa menarik minat perusahaan melantai di bursa saham.

Hingga akhir April 2019, BEI mencatat ada 10 emiten baru dengan total dana yang dikumpulkan senilai Rp1,59 triliun. Di luar itu, ada 17 emisi obligasi dengan nilai pendanaan menyentuh Rp218,2 triliun. Secara keseluruhan, rata-rata perdagangan harian 629 emiten mencapai Rp9,65 triliun.

Adapun insentif yang diberikan Kemenkeu adalah pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Badan bagi perusahaan yang melantai di bursa dengan porsi saham yang dimiliki publik lebih dari 40 persen. Sesuai Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan (PPh), emiten tersebut bisa mendapatkan diskon PPh Badan sebesar 5 persen dari total yang seharusnya dibayarkan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bei, ipo

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup