IPO Bali United : Harga Penawaran IPO Ditetapkan Rp155- Rp175 per Saham  

Rentang harga penawaran umum perdana saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. terus bergerak menjelang diselenggarakannya due diligence meeting & public expose di Bali pada pukul 13.00 WITA. Rentang harga terakhir yakni Rp155 hingga Rp175 per saham.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 26 April 2019  |  14:02 WIB
IPO Bali United : Harga Penawaran IPO Ditetapkan Rp155- Rp175 per Saham  
Pemain Bali United, Irfan Bachdim - Liga Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA — Rentang harga penawaran umum perdana saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. terus bergerak menjelang diselenggarakannya due diligence meeting & public expose di Bali pada pukul 13.00 WITA. Rentang harga terakhir yakni Rp155 hingga Rp175 per saham.

Berdasarkan rangkaian informasi penawaran umum yang diterima Bisnis.com, harga penawaran perdana saham perusahaan pemilik klub sepak bola profesional Liga 1 Indonesia Bali United ini semula direncanakan di rentang Rp100 – Rp150 per saham.

Namun, setelahnya rentang harga penawaran naik lagi menjadi antara Rp120 hingga Rp180 per saham. Terakhir, rentang harga penawaran saham dinaikkan lagi menjadi Rp155 – Rp175 per saham.

“Harga di atas Rp150. Kami pakai rentang harga, antara Rp155 hingga Rp175 per saham,” kata Octavianus Bidiyanto, Direktur Kresna Sekuritas, melului pesan WhatsApp, Jumat (26/4/2019).

Bali United berencana melepas sebanyak-banyaknya 2 miliar lembar saham atau setara 33,33% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum perdana ini. Rencana perseroan ini juga menandai pertama kalinya klub sepak bola listing di Asia Tenggara.

Selain PT Kresna Sekuritas, perseroan juga menunjuk PT Buana Capital Sekuritas (terafiliasi) sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO ini.

Perseroan berencana untuk menggunakan sekitar 19,1% dari hasil IPO untuk belanja modal, lalu sekitar 20,4% untuk memperkuat struktur permodalan kepada entitas anak, dan 60,5% akan digunakan sebagai modal kerja perseroan.

Perseroan yang memiliki homebase di Gianyar, Bali, saat ini memegang hak untuk mengelola Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali sampai tahun 2023, yang memiliki kapasitas penonton sekitar 25.000 orang.

Untuk mendukung klub Bali United, perseroan juga memiliki beberapa entitas anak, yaitu: PT Bali Boga Sejahtera, yang beroperasi di bidang pengelola café/restoran; PT Kreasi Karya Bangsa, yang beroperasi di bidang agensi olahraga; PT Radio Swara Bukit Bali Indah, yang beroperasi di bidang radio siaran swasta; dan PT IOG Indonesia Sejahtera, yang beroperasi di bidang e-sports.

Dengan demikian, perseroan dan entitas anaknya memiliki sumber pendapatan yang beragam, baik dari tiket, hak siar TV, sponsor, penjualan merchandise melalui merchandise store, penjualan makanan dan minuman melalui café, playland, akademi, media, marketing agency dan e-sports. 

Sehubungan dengan rencana IPO ini, Yabes Tanuri, CEO Bali United mengatakan bahwa selama ini pihaknya selalu ditanyakan agar lebih transparan sehingga semuanya bisa menjadi lebih dekat.

“Oleh karena itu kami merencanakan Bali United untuk go public. Dengan go public, maka semua bisa menjadi pemegang saham Bali United. Kita bisa menjadi sebuah keluarga yang saling memiliki. Kita bangga mengawal, bangga bisa bersama, dan juga bangga bisa memiliki,” katanya dalam siaran pers, Jumat (26/4/2019).

Sebagai badan yang mengurus sepakbola di Indonesia, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) juga menunjukkan dukungannya untuk rencana perseroan untuk go public. 

Ratu Tisha Destria, Sekretariat Jenderal PSSI mengatakan bahwa dalam rangka menuju visi PSSI untuk dapat lolos Olimpiade 2024 dan Piala Dunia 2030, segala lini bidang di sepakbola perlu dikembangkan.

Pada tahun 2018, PSSI fokus pada youth development dan coaching education; peningkatan jumlah pelatih dan instruktur hingga tiga kali lipat, lebih dari 300 kursus terselenggara di Indonesia dalam waktu 1 tahun, dan program Elite Pro Academy U-16 yang menjadi pijakan penting sektor youth development, dimana Bali United FC juga terpilih sebagai Akademi Terbaik di 2018 dan Most Developing Clubs 2018 dalam Kongres PSSI 2019.

Kali ini, giliran peningkatan pada bidang kompetisi dan club management.

“Ini kado terindah untuk PSSI di ulang tahun ke-89 dari anggotanya, Bali United FC, yang telah mengantarkan industri sepakbola Indonesia lepas landas menjadi salah satu sektor industri yang diharapkan dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Maju terus Bali United FC, we are proud of you,” katanya.

 
 

 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, bali united

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top