Tujuh Sektor Tertekan, IHSG Selip ke Zona Merah

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (24/4/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 April 2019  |  19:33 WIB
Tujuh Sektor Tertekan, IHSG Selip ke Zona Merah
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (24/4/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup turun 0,23 persen atau 14,94 poin di level 6.447,88 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (23/4), IHSG mampu berakhir di level 6.462,82 dengan penguatan 0,75 persen atau 48,08 poin.

IHSG mulai tergelincir dari penguatannya dengan dibuka turun tipis 0,04 persen atau 2,56 poin di level 6.460,26 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.433,97 – 6.472,53.

Sebanyak tujuh dari sembilan sektor berakhir di wilayah negatif, dipimpin pertanian (-1,93 persen) dan industri dasar (-1,51 persen). Adapun sektor properti dan perdagangan masing-masing naik 0,50 persen dan 0,41 persen.

Dari 632 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 187 saham menguat, 213 saham melemah, dan 232 saham stagnan.

Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing turun 7,02 persen dan 1,22 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG.

Aksi jual bersih oleh investor asing pun berlanjut pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp620,42 miliar pada perdagangan hari ini.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 tergelincir dan berakhir turun 0,40 persen atau 2,26 poin di level 564,30, setelah ditutup menguat 0,71 persen atau 4,01 poin di posisi 566,56 pada Selasa (23/4).

Sementara itu, bursa saham di Asia secara keseluruhan berakhir cenderung melemah. Rekor level terbaru yang dibukukan sejumlah indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (23/4) tak mampu menjadi sentimen positifnya.

Di antara yang berakhir di zona merah adalah indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang yang masing-masing turun 0,67 persen dan 0,27 persen, indeks Hang Seng Hong Kong (-0,53 persen), dan indeks Kospi Korea Selatan (-0,88%).

Dilansir Reuters, bursa saham Korea Selatan turun di tengah kekhawatiran bahwa permintaan chip akan melemah.

Pernyataan oleh produsen chip AS, Texas Instruments, bahwa perlambatan permintaan chip komputer dapat berlangsung beberapa kuartal lagi menyulut kekhawatiran para investor di Korea Selatan, yang bergantung pada ekspor teknologi.

Mata uang emerging market rata-rata juga melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini seiring dengan menguatnya dolar AS yang didongkrak data ekonomi AS. Data yang dirilis pada Selasa (23/4) menunjukkan penjualan rumah baru di AS naik pada Maret ke level tertingginya dalam hampir satu setengah tahun.

Indeks mata uang emerging MSCI tergelincir 0,1 persen, sedangkan indeks saham negara berkembang dilaporkan turun 0,3 persen, setelah turun ke level terendahnya dalam lebih dari sepekan.

“Data AS yang kuat berikut laporan keuangan korporasi yang baik membantu mengangkat dolar AS,” tulis analis Mizuho Bank dalam risetnya.

Bersama IHSG, nilai tukar rupiah hari ini berakhir melemah 25 poin atau 0,18 persen di level Rp14.105 per dolar AS.

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

Penurunan (persen)

CPIN

-7,02

UNVR

-1,22

BBRI

-0,68

BDMN

-3,24

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

Kenaikan (persen)

GGRM

+3,68

MKPI

+14,50

BRPT

+2,23

UNTR

+1,29

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top