Rekomendasi Saham : Mampukah Saham Astra International (ASII) Menembus Rp9.000?

Penguasaan pangsa pasar penjualan mobil yang besar serta kabar tentang rencana divestasi saham Bank Permata diyakini dapat berdampak positif terhadap kinerja saham PT Astra International Tbk. Lalu, mampukah saham perseroan menembus Rp 9.000?
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 24 April 2019  |  07:40 WIB
Rekomendasi Saham : Mampukah Saham Astra International (ASII) Menembus Rp9.000?
Presdir PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kiri) bersama President & Co-Founder GOJEK Andre Soelistyo (kedua kanan), disaksikan CEO & Founder GOJEK Nadiem Makarim (kanan) dan Direktur PT Astra International Tbk Bambang Widjanarko Santoso (kiri) menandatangani kesepakatan pembentukan perusahaan patungan, di Jakarta, Senin (4/3/2019). - ANTARA FOTO

Bisnis.com, JAKARTA — Penguasaan pangsa pasar penjualan mobil yang besar serta kabar tentang rencana divestasi saham Bank Permata diyakini dapat berdampak positif terhadap kinerja saham PT Astra International Tbk. Lalu, mampukah saham perseroan menembus Rp 9.000?

Analis PT Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia Joko Sogie mengatakan bahwa kabar divestasi saham Bank Permata dinilai dapat memberikan kejutan positif bagi pemegang saham emiten berkode ASII tersebut.

Pasalnya, pemegang saham ASII dinilai dapat menikmati bonus-bonus tambahan dari pendapatan ASII pada kuartal I/2019. Di samping itu, adanya kemungkinan dividen tambahan dari laba tambahan atau bahkan bonus dividen dari dana divestasi tersebut.

Namun demikian, kepemilikan Astra di Bank Permata dipandang lebih sebagai dukungan penyandang keuangan pada pilar-pilar bisnis Astra.

Selama periode 15 tahun konglomerasi tersebut, kontribusi kumulatif laba Bank Permata kepada Astra hanya Rp1 triliun atau lebih rendah 5% terhadap nex profit after tax (NPAT) Grup tahunan, dengan BV sebesar Rp10 triliun.

Oleh karena itu, Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia mengulangi rekomendasi beli terhadap saham ASII dengan target price (TP) sebesar Rp9.000, sebagai alternatif yang lebih baik di antara saham-saham besar di pasar modal Indonesia.

Sementara itu, dalam riset yang dipublikasikan J. P Morgan menyebutkan bahwa volume penjualan pada Maret 2019 sejalan dengan ekspektasi yakni 90.000 unit. Daihatsu berkontribusi lebih baik terhadap penjualan Astra.

Adapun, penguasaan pangsa pasar Astra terhadap penjualan mobil dalam negeri pada Maret 2019 adalah 56%, capaian tersebut merupakan yang tertinggi untuk tahun ini, meskipun Nissan Livina bangkit kembali pada Maret 2019.

Kekuatan penjualan Daihatsu merupakan hasil yang mengejutkan. Daihatsu tercatat menjual 19.600 unit, naik 20% dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan meningkat 14% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Meskipun belum mendapatkan perinciannya, J. P Morgan memprediksi kontribusi penjualan tersebut didorong oleh kuatnya penjualan jenis Terios yang keluar dengan model barunya. Model baru tersebut terlihat hampir identik dengan Mitsubishi Expander dan oleh sebab itu, J. P Morgan meyakini akan merebut pangsa pasar Expander.

Adapun J. P Morgan menyematkan peringkat overweight terhadap saham ASII dengan target Rp8.200.

Pada penutupan perdagangan kemarin, saham ASII ditutup pada level Rp7.650 atau naik 1,6%. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
astra, rekomendasi saham, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup