Sanksi Iran Panaskan Minyak, Harga Batu Bara Statis

Harga batu bara Newcastle berakhir stagnan pada perdagangan Senin (22/4/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 April 2019  |  08:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara Newcastle berakhir stagnan pada perdagangan Senin (22/4/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Juni 2019 ditutup stagnan di level US$88,95 per metrik ton dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (18/4/2019), harga batu bara di bursa ICE Newcastle berakhir melemah 1,22 persen atau 1,10 poin.

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak teraktif Oktober 2020 juga stagnan di level 74,50, setelah ditutup melorot 1,84 persen atau 1,40 poin pada perdagangan Kamis (18/4).

Meski demikian, harga batu bara thermal untuk pengiriman September 2019 di  Zhengzhou Commodity Exchange, mampu menguat 1,09 persen atau 6,4 poin di level 595 yuan per metrik ton pada perdagangan kemarin.

“Beberapa tambang di Yulin Shaanxi yang ditutup awal tahun ini pascakecelakaan fatal masih belum memiliki batas waktu yang jelas atas kapan dapat memulai kembali. Hal ini berdampak pada produksi,” jelas China Coal Transportation & Distribution Association, seperti dikutip Bloomberg.

“Namun, kenaikan baru-baru ini pada harga spot telah membatasi minat beli dari para pengguna hilir,” tambah CCTD.

Sementara itu, harga minyak mentah melonjak ke level tertingginya dalam enam bulan terakhir, setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan akan menghentikan keringanan terhadap sanksi Iran.

Pengetatan sanksi tersebut membuat China, India, dan negara-negara utama lainnya tidak dapat lagi membeli minyak mentah dari Iran.

Minyak mentah Brent untuk kontrak Juni pada Senin (22/4) ditutup melonjak 2,9 persen atau 2,07 poin ke level US$74,04 per barel di ICE Futures Europe exchange London, level penutupan tertinggi sejak 31 Oktober.

Adapun minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2019 ditutup menguat 1,48 poin atau 2,31 persen di level US$65,55.

Dilansir dari Bloomberg, minyak mentah menguat setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan tidak ada lagi keringanan sanksi terhadap Iran.

Sebagai tanggapan, Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, sebuah titik temu maritim utama bagi para produsen Teluk Persia, dan mengatakan mereka terlibat dalam pembicaraan "intensif" dengan para mitra untuk menekan dampak dari eskalasi AS tersebut.

"Keputusan ini tidak hanya berarti tekanan maksimum pada Iran tetapi juga tekanan maksimum pada pasar minyak," ungkap Joe McMonigle, kepala kebijakan energi di Hedgeye Risk Management LLC, seperti dikutip Bloomberg.

"Dikombinasikan dengan penurunan stok minyak mentah global, berlanjutnya penurunan dalam produksi Venezuela serta kemungkinan gangguan di Libya, penghapusan keringanan terhadap Iran akan menghadirkan tantangan untuk menjaga harga minyak global tetap terkendali," lanjutnya.

Keputusan untuk mencabut keringanan itu datang setelah Penasihat Keamanan Nasional John Bolton berpendapat bahwa janji AS untuk bersikap keras terhadap Iran tidak ada artinya dengan keringanan yang masih berlaku.

Pergerakan harga batu bara kontrak Juni 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

22 April

88,95

(0 persen)

18 April

88,95

(-1,22 persen)

17 April

90,05

(+1,01 persen)

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup